17 Ciri Ciri Laki Laki Sholeh Menurut Islam

Semua wanita tentunya ingin mendapatkan calon pendamping yang sholeh sebab pria yang seperti ini akan selalu membimbing isterinya menuju jalan yang diridhoi Allah SWT. Setiap wanita tentunya menginginkan calon pendamping yang memiliki sifat seperti Rasulullah SAW yang merupakan panutan bagi seluruh umat muslim.

Beliau merupakan suami terbaik yang bisa dijadikan panutan dan teladan bagi semua laki laki muslim khususnya mengenai akhlak yang dilakukan pada isteri isteri dan juga anak anak Beliau. Berikut ini, adalah beberapa ciri laki laki sholeh menurut Islam yang bisa dijadikan pedoman dalam memilih calon pendamping terbaik untuk wanita muslim dan menjadi cara memilih calon pendamping hidup sesuai syariat Islam.

Tetap Mengingat Allah SWT
Laki laki yang sholeh memiliki iman yang selalu tetap dan teguh hanya pada Allah SWT dimanapun dan kapanpun. Laki laki yang memiliki ciri ini akan memperkecil kemungkinan dalam menyimpang dari agama dan mengarahkan anda sebagai wanita menuju jalan kebaikan menurut agama. Pri yang memiliki sifat ini juga tidak akan menjerumuskan istrinya kelak pada hal yang tidak baik dan selalu mengingatkan tentang betapa pentingnya sholat serta membawa menuju jalan kebaikan dalam Islam yang semuanya ini dilakukan hanya semata mata karena Allah SWT.

“ Sesungguhnya shalatku, ibadahku, hidupku dan matiku, semua bagi Allah tuhan semesta alam” [QS. Al-An’ aam [6]:162].

Tidak Berperilaku dan Berkata Buruk
Kriteria calon suami menurut Islam selanjutnya adalah lelaki yang memiliki akhlak mulia akan mencegajnya dari berbagai perkataan dan tindakan yang tidak menyenangkan. Selain itu, laki laki yang memiliki ciri ini juga akan selalu menjaga hubungan dengan baik pada orang lain terlebih pada Allah SWT dan tentunya akan selalu disenangi pasangannya.

“ Yang paling sempurna imannya di antara kalian adalah yang paling baik akhlaknya. Dan yang paling baik di antara kalian adalah yang paling baik kepada istri-istrinya.” [Human Resources. Turmudzi].

Mengendalikan Hawa Nafsu Dengan Baik
Mencari jodoh dalam Islam berikutnya adalah selalu mengajak pasangannya menuju jalan kebaikan. Memiliki keperibadian yang selalu bisa menjaga hawa nafsu dengan sangat baik merupakan hal penting yang harus dimiliki setiap muslim. Orang yang bisa mengendalikan hawa nafsu dengan baik, maka akan selalu sabar, tidak mudah terbawa emosi dan akan selalu beristighfar apabila hawa nafsu mulai ia rasakan.

“ Tidak beriman seseorang dari kamu sehingga ia menjadikan hawa nafsunya mengikuti apa yang aku bawa [ajaran Islam]”

Selalu Menetapi Janji
Pria yang baik dalam Islam akan selalu menetapi janji yang sudah ia ucapkan. Sifat yang seperti ini sangat penting untuk dimiliki setiap pria muslim. Ia tidak akan pernah membuang waktu yang dimiliki untuk hal yang tidak bermanfaat. Islam sendiri juga menganggap penting masalah waktu dan Rasulullah SAW sendiri juga pernah berkata, “hidup sebelum mati, muda sebelum tua, sehat sebelum datang sakit, senggang sebelum sibuk dan kaya sebelum miskin.”.

Selalu Haus Akan Ilmu
Seorang laki laki sholeh juga selalu haus akan ilmu yang artinya tidak pernah puas dengan ilmu yang sudah didapatkan. Dengan semakin memperdalam banyak ilmu, maka laki laki tersebut juga akan memiliki sifat yang rendah hari sebab menyadari jika dirinya bukanlah siapa siapa.

Tidak Boros Serta Bakhil
Sebenarnya, memakai dan membelanjakan uang yang dimiliki bukanlah sebuah masalah asalkan tidak menghabiskan uang tersebut secara berlebihan. Tidak hanya sekedar uang dan materi, namun dalam urusan lain seperti makan, ia juga tidak berlaku terlalu berlebihan akan tetapi juga tidak terlalu pelit. Semuanya akan dilakukan sesuai porsinya sebab segala sesuatu yang terlalu berlebihan bukanlah hal yang baik. Dengan ini, maka kewajiban laki laki setelah menikah akan dipenuhi sesuai dengan kebutuhan dan kadarnya.

Selalu Menjaga Pandangan
Seorang pria muslim yang sholeh juga akan selalu menundukkan pandangannya saat melihat wanita yang bukan muhrim dalam Islam. Ini bisa terjadi karena keimanan kuat yang dimiliki dan juga sebagai pencegahan dari hawa nafsu.

Katakanlah kepada orang laki-laki yang beriman: “Hendaklah mereka menahan pandanganya, dan memelihara kemaluannya; yang demikian itu adalah lebih suci bagi mereka, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang mereka perbuat.” An-Nur ayat 30.

Bermanfaat Untuk Orang Lain
Laki laki muslim juga akan selalu bermanfaat untuk keluarga dan juga orang lain disekitarnya dalam segala hal yang baik. Laki laki ini akan selalu berpikir tentang bagaimana cara ia membantu orang lain yang sedang mengalami kesulitan serta meringankan beban orang lain. Bahkan, lelaki seperti ini juga akan selalu berusaha dengan keras agar ia bisa berguna untuk orang lain.

Sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi orang lain” [HR. Qudhy dari Jabir].

Mengajak Menikah, Bukan Pacaran
Ciri berikutnya dari pria muslim yang sholeh adalah mengajak wanita yang dicintainya untuk menikah dan bukan pacaran dalam Islam. Apabila pria tersebut hanya mengajak wanita idamannya untuk berpacaran, maka bukan menjadi pertanda muslim yang sejati. Larangan berpacaran dalam Islam tidak hanya kegiatan yang membuang waktu, akan tetapi juga mendekatkan pasangan pada kemaksiatan.

Janganlah seorang laki-laki berdua-duaan dengan wanita kecuali bersama mahramnya. [HR. Al-Bukhari dan Imam Muslim].



Lemah Lembut Pada Wanita
Lelaki yang memiliki perangai lembut juga merupakan kriteria laki laki sholeh menurut Islam. Dengan bersifat lemah lembut pad wanita, maka kelak saat berumah tangga akan tercipta keluarga harmonis menurut Islam yang sangat baik. Laki laki yang seperti ini akan memposisikan wanita seperti layaknya seorang ratu sehingga selalu dihormati dan selalu menjaga tutur katanya dihadapan wanita.

Rasulullah SAW bersabda, “Sesungguhnya kelembutan menyertai sesuatu maka dia akan menghiasinya dan tidaklah kelembutan itu dicabut dari sesuatu, melainkan akan semakin memperburuknya. [HR. Muslim]

Bertanggung Jawab
Arti dari tanggung jawab untuk laki laki muslim adalah sanggup dalam memenuhi semua tugas yang diberikan pada dirinya baik dalam pekerjaan dan juga mendisiplinkan diri sendiri. Laki laki semacam ini juga nantinya akan mantap dalam menjalin rumah tangga sebab ia pintar dalam menempatkan perhatian untuk calon istrinya kelak dan memenuhi semua kewajiban dalam rumah tangga. Hal ini bisa terlihat saat seorang laki laki mempunyai perhatian tinggi dalam keluargnya yakni pada kedua orangtuanya.

Memiliki Penghasilan Cukup
Mengarungi sebuah rumah tangga sangat membutuhkan biaya yang banyak. Anggapan seseorang tentang membangun rumah tangga apa adanya merupakan anggapan yang keliru. Wanita sudah sepatutnya memilih calon pendamping hidup yang mempunyai penghasilan cukup untuk segala kebutuhan rumah tangga sehingga perencanaan keuangan keluarga bisa berjalan dengan baik.

Rasulullah SAW juga sangat perhatian mengenai hal ini dimana dalam sebuah riwayat Fatimah tertulis jika disarankan menikah dengan seseorang yang sudah memiliki penghasilan cukup.

Mengayomi dan Menyantuni
Laki laki yang selalu mengayomi dan menyantuni akan selalu berusaha untuk membahagiakan orang yang ada diseklilingnya. Setiap perkataan yang diucapkan tidak akan pernah menghina atau mencela orang lain dan selalu berdoa untuk kebaikan banyak orang.

“Beliau shallallahu ‘alaihi wasallam sebagaimana layaknya manusia pada umumnya, menjahit terompahnya, menambal pakaiannya, memerah susu kambingnya dan mengerjakan apa yang biasa dikerjakan oleh lelaki. Baru jika waktu shalat tiba, beliau keluar rumah.” [HR. Bukhari]

Pemurah dan Berwibawa
Yang dimaksud dengan pemurah dan berwibawa adalah tidak pelit untuk memberikan yang ia miliki pada keluarganya sehingga tercipta keluarga bahagia menurut Islam. Segala cara yang baik akan selalu dilakukan untuk bertanggung jawab dalam menafkahi untuk kebutuhan dan kebaikan keluarganya. Namun, meski ia bukan laki laki yang pelit, akan tetapi ia selalu disegani dan dihormati oleh orang lain dan kehadirannya sangat dibutuhkan banyak orang.

Mempunyai Prinsip Hidup
Laki laki yang sholeh akan selalu kuat dalam pendirian sehingga tidak akan goyah saat mengambil keputusan dan dengan bijak akan menyelesaikan permasalahan yang ada. Ia juga akan selalu memiliki prinsip hidup yang terarah dab mengerti apa yang harus diperbuat untuk kemudian hari. Laki laki semacam ini merupakan ciri laki laki sholeh dalam Islam yang kelak akan membina keluarga dalam Islam dengan aman dan nyaman.

Sabar dan Pemaaf
Lelaki yang selalu melakukan keutamaan sabar dalam Islam dan pemaaf akan selalu menghadapi setiap masalah yang dialami dengan kepala dingin dan tidak terburu buru dalam mengambil keputusan. Ia akan selalu memaafkan apabila ada orang lain yang menghina, menyakiti atau mencela dirinya. Ia juga akan selalu mendoakan orang tersebut agar diberi ampunan oleh Allah SWT. Kelak saat berkeluarga, laki laki ini akan selalu memaafkan kesalagan yang diperbuat oleh istrinya dan juga anak anaknya sehingga bisa menjadi teladan bagi keluarga.

Amanah
Ciri ciri laki laki sholeh terakhir adalah selalu bersikap amanah dalam Islam. Semua tugas yang menjadi tanggung jawabnya akan selalu dilaksanakan dengan penuh amanah dengan tidak mengabaikan tugas yang sudah diberikan tersebut dan sangat menghindari penyalahgunaan kekuasaan. Lelaki yang seperti ini akan selalu menyadari jika segala kekuasaan yang ia miliki merupakan sebuah titipan dari Allah SWT yang kelak akan dipertanggungjawabkan. Ia senantiasa akan selalu takut dengan Allah SWT sebab lelaki ini mengetahui jika Allah Maga Melihat semua yang dilakukan hamba-Nya.

17 Tanda Allah Sayang Pada Hambanya

Tanda Allah sayang pada hambanya tidak selalu memberikan hal – hal yang menyenangkan dari sisi dunia. Melainkan Allah memberikan apapun yang kita butuhkan bukan yang kita inginkan. Meskipun anda sedang diberikan cobaan, hindari suudzon terhadap Allah. Karena semua yang diberikan Allah kepada anda adalah terbaik bagi anda.
Pada artikel kali ini saya akan membahas mengenai tanda Allah sayang pada hambanya yang akan diulas lebih dalam lagi, yuk kita simak bersama – sama penjelasan di bawah ini :

1. Memberikan Cobaan, Ujian dan Musibah Kepada Anda

Cobaan yang diberikan Allah kepada anda merupakan salah satu cara yang ditunjukkannya sebagai bentuk kasih sayang agar kita bisa bersabar menghadapi musibah dalam islam. Karena jika anda lulus, maka Allah akan memberikan bonus dengan meningkatkan derajat anda dihadapan – Nya.

Jangan berpikir bahwa hamba yang diberikan cobaan terus menerus artinya Allah membencinya. Justru hamba yang diberikan kesenangan dan harta melimpah secara tidak langsung juga diuji. Padahal ujian yang lebih sulit sebenarnya adalah menjaga titipannya seperti halnya harta. Hal ini dijelaskan dalam firman – Nya surat Al Anbiya ayat 35, penjelasannya sebagai berikut :

“Tiap-tiap yang berjiwa akan merasakan mati. Kami akan menguji kamu dengan keburukan dan kebaikan sebagai cobaan (yang sebenar-benarnya). Dan hanya kepada Kamilah kamu dikembalikan.” (al – Anbiya’ : 35)

2. Terjaga Dari Kehidupan Di Dunia

Allah akan senantiasa menjaga hamba – hamba – Nya yang beriman dan bertakwa di dunia. Tidak akan membiarkan terjerumus dalam kemaksiatan. Dan selalu menjaga hamba tersebut dengan ketentraman dan juga ketenangan hati.

” Sesungguhnya Allah akan menjaga hambaNya yang beriman –dan Dia mencintaiNya- seperti kalian menjaga makanan dan minuman orang sakit (diantara) kalian, karena kalian takut pada(kematian)nya.” (HR. Al Hakim, Ibnu Abi ’Ashim dan Al Baihaqi)

3. Dengan Adanya Keshalihan

Orang yang shalih merupakan salah satu hamba yang disayangi oleh Allah Swt. Keshalihan merupakan anugerah yang tiada bandingannya. Jangan lupa bahwa keshalihan adalah salah satu nikmat dan tanda kasih sayang dalam islam yang diberikan Allah Swt kepada kita.

” Allah memberikan dunia pada yang Dia cintai dan yang Dia benci . Tetapi Dia tidak memberikan (kesadaran ber) agama, kecuali kepada yang Dia Cintai. Maka barang siapa diberikan (kesadaran ber) agama oleh Allah, berarti ia dicintai oleh – Nya.” ( HR. Imam Ahmad, Al Hakim dan Al Baihaqi)

4. Memahami Agama

Kemudahan dalam hal pemahaman mengenai agama akan diberikan oleh Allah secara bertahap sedikit demi sedikit. Hamba – Nya akan dituntun menuju ke jalan yang benar dengan berbagai petunjuk tertentu. Sehingga proses pembelajaran bisa diikuti dengan baik.

5. Adanya Kelembutan

Kelembutan yang ada di dalam hati dan setiap tindakan dari dalam diri anda merupakan salah satu anugerah dan kasih sayang yang diberikan Allah Swt kepada hamba – Nya. Rasanya apabila melakukan tindakan – tindakan kasar sangat sulit. Hal ini disebabkan karena adanya kelembutan.

” Jika Allah menginginkan kebaikan penghuni satu rumah, maka Dia masukkan kelembutan.” (HR. Imam Ahmad, Al Hakim dan At Tarmidzi)




6. Mudah Melaksanakan Perintah – Nya (Ketaatan)

Kemudian apabila hati merasa tentram dan terdorong secara terus menerus untuk menjaga ibadah atau pun melaksanakan perintahnya baik itu ibadah wajib atau sunah, bisa dikatakan sebagai salah satu tanda kasih sayang yang Allah Swt berikan.

7. Sulit Untuk Melakukan Kemaksiatan

Diantara banyak tanda kasih sayang Allah pada hamba – Nya yakni akan merasa kesulitan pada saat akan melakukan hal – hal yang berhubungan dengan maksiat. Ia tidak mungkin bisa melakukannya dengan mudah karena Allah selalu menjaganya.

8. Husnul Khatimah

Kasih sayang yang nyata adanya adalah Allah Swt menutup usia hambanya dengan amal shalih. Hal ini merupakan momen yang sangat penting, banyak diantara hamba – Nya yang menghabiskan usianya dalam hal menjalani ketaatan, namun meninggal duni dalam kondisi melakukan maksiat kepada Allah. Hal ini bisa anda lihat dari percakapan Abu Bakar dengan Rasulullah :

Abu Bakar berkata : ” Jika satu kakiku di dalam surga, dan kaki yang lain diluar surga, maka aku belum aman”

Jika kita melakukan hal – hal yang menjurus ke perbuatan maksiat, takutlah pada kematian, dan hati-hatilah apabila kita mati dalam keadaan melakukan maksiat.

Rasul Bersabda: ” Jika Allah mencintai seorang hamba, Dia akan memaniskannya”

Sahabat bertanya : ” Apa itu memaniskannya ya Rasulullah? ”

Ia berkata : ” Dia akan memberi ia petunjuk untuk melakukan kebaikan saat menjelang ajalnya, sehingga tetangga akan meridhainya-atau ia berkata- orang sekelilingnya.” (HR. Al Hakim)



9. Diberikan Kesabaran

Kesabaran memang cara menahan amarah dalam islam yang sudah diberikan Allah kepada hamba – Nya yang beriman dan bertakwa.

“Dan orang-orang yang sabar karena mencari keridhaan Tuhannya, mendirikan shalat, dan menafkahkan sebagian rezeki yang Kami berikan kepada mereka, secara sembunyi atau terang-terangan serta menolak kejahatan dengan kebaikan; orang-orang itulah yang mendapat tempat kesudahan (yang baik).“ (QS. Ar Ra’d : 2)

10. Didatangkan Orang – Orang Baik Di Sekeliling Anda

Tanpa kita sadari Allah Swt telah menuntun dan menyiapkan kasih sayangnya kepada kita dengan dihadirkannya orang – orang baik yang ada di sekeliling kita. Secara tidak langsung anda akan ikut ke dalam arus perbuatan – perbuatan yang benar karena pengaruh dari lingkungan yang baik.

11. Diberikan Rejeki Cukup

Allah pasti memberikan rejeki yang cukup kepada setiap hamba – Nya melalui salah satunya amalan memperlancar rezeki yang memang dianjurkan dalam islam.

“Dan sesungguhnya telah Kami muliakan anak cucu Adam, Kami angkat mereka di daratan dan di lautan, Kami beri mereka rizki yang baik-baik dan Kami lebihkan mereka dengan kelebihan yang sempurna atas kebanyakan mahluk-mahluk yang telah Kami ciptakan.” (QS. Al-Isra’: 70).

12. Mengangkat Derajat Orang Beriman

“Wahai orang-orang yang beriman, apabila dikatakan kepadamu, berilah kelapangan di dalam majelis-majelis, maka lapangkanlah. Niscaya Allah Swt. akan memberi kelapangan untukmu. Apabila dikatakan, berdirilah kamu, maka berdirilah. Niscaya Allah Swt. akan mengangkat (derajat) orang-orang yang beriman di antaramu dan orang-orang yang diberi ilmu beberapa derajat. Allah Swt. Mahateliti apa yang kamu kerjakan.” (QS. Al-Mujadalah: 11)

13. Selalu Membuka Pintu Taubat

Pintu taubat selalu Allah berikan kepada setiap hamba – Nya yang bersungguh – sungguh. Kesempatan kedua selalu ada karena itulah tanda kasih sayang Allah Swt.

“Dan barangsiapa yang mengerjakan kejahatan dan menganiaya dirinya, kemudian ia mohon ampun kepada Allah, niscaya ia mendapati Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” (QS. An Nisa’: 110).

14. Selalu Memberikan Pengampunan

Anda bisa memanjatkan doa pengampunan dosa kepada Allah dengan hati yang bersungguh – sungguh, niscaya Allah Swt akan segera memberikan pengampunan sesuai dengan kadarnya.

“Katakanlah hai hamba-hamba-Ku yang malampaui batas terhadap diri mereka sendiri, janganlah kamu berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya Allah mengampuni dosa-dosa semuanya. Sesungguhnya Dia-lah Yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. Dan kembalilah kamu kepada Tuhanmu, dan berserah dirilah kepada-Nya sebelum datang azab kepadamu kemudian kamu tidak dapat ditolong (lagi).” (QS. Az Zumar: 53-54).

15. Tidak Menyegerakan Adzab

Anda bisa lihat orang – orang yang ada di sekeliling anda, apakah mereka akan langsung mendapatkan hukuman dari Allah Swt, setelah melakukan maksiat atau perbuatan buruk yang menyakiti hati orang lain. Jawabannya pasti tidak. Hal ini dikarenakan Allah memberikan kesempatan kepada hamba – Nya untuk memperbaiki diri.

“Jika Allah menghukum manusia karena kezalimannya, niscaya tidak akan ditinggalkan- Nya di muka bumi sesuatu pun dari makhluk yang melata, tetapi Allah menangguhkan mereka sampai kepada waktu yang ditentukan. Maka apabila telah tiba waktu (yang ditentukan) bagi mereka, tidaklah mereka dapat mengundurkannya barang sesaat pun dan tidak (pula) mendahulukannya.” (QS. An-Nahl:61)

16. Membalas Semua Amal Kebaikan Dengan Pahala yang Tidak Ada Batasnya

“Barang siapa membawa amal yang baik maka baginya (pahala) sepuluh kali lipat amalnya; dan barang siapa yang membawa perbuatan yang jahat maka dia tidak diberi pembalasan melainkan seimbang dengan kejahatannya, sedang mereka sedikit pun tidak dianiaya (dirugikan).” (QS. Al – An’am : 160)

17. Mengabulkan Do’a Hamba – Nya

Allah Swt selalu mengabulkan do’a – do’a dari semua hamba – Nya. Hanya membutuhkan waktu saja, jadi anda wajib bersabar dan menunggu. Karena Allah tau waktu yang tepat untuk mengabulkan setiap do’a. Alasannya adalah Allah akan memberikan yang anda butuhkan bukan yang anda inginkan. Hal tersebut sudah pasti baik untuk anda.

Dan Tuhanmu berfirman: “Berdoalah kepada-Ku, niscaya akan aku perkenankan bagimu. Sesungguhnya orang-orang yang sombong tidak mau menyembah-Ku akan masuk neraka Jahanam dalam keadaan hina dina.” (QS. Gafir : 60)

Dapat diambil kesimpulan bahwa artikel mengenai tanda Allah sayang pada hambanya yang sudah diulas di atas secara detail dan dikemas dengan baik diharapkan bisa membantu memudahkan anda dalam mempelajari serta memahaminya lebih dalam lagi sehingga layak dijadikan sebagai sumber referensi.

Keutamaan Introspeksi Diri dalam Islam

Manusia merupakan makhluk yang diciptakan sempurna oleh Allah. Manusia diberi akal untuk berpikir dan mempertimbangkan segala hal yang akan dilakukannya. Dengan akal itu pula, manusia bisa membedakan mana hal yang baik dan yang buruk. Namun, terkadang manusia salah menggunakan akalnya hingga berbuat sesuatu yang buruk.

Berbuat buruk atau berbuat suatu kesalahan memang termasuk kodrat manusia. Tidak mungkin ada satu orang pun manusia yang lupus dari kesalahan dan selalu berbuat benar sepanjang usianya. Hal ini sangat manusia, karena selain memiliki akal manusia juga memiliki hawa nafsu yang terkadang mengalahkan akalnya.

Di sinilah fungsi ajaran agama dalam kehidupan manusia. Ajaran agama seharusnya menjadi pegangan hidup dan batas-batas yang menjaga manusia agar tetap berada di jalan kebenaran. Meski sering khilaf dan berbuat salah akibat hawa nafsu, dengan berpegang pada ajaran agama, diharapkan manusia akan terus kembali ke jalan yang lurus sesuai ajaran agama.

Salah satu hal yang diajarkan oleh agama Islam agar seorang manusia tetap bisa istiqomah berada di jalan Allah adalah untuk selalu introspeksi diri. Apa itu introspeksi diri? Mengapa kita harus terus mengintrospeksi diri kita? Berikut akan dibahas mengenai introspeksi diri dalam Islam.

Berdasarkan hadis yang diriwayatkan Imam Bukhari dalam kitab shahih-nya, Abu az Zinad berkata, “Sesungguhnya mayoritas sunnah dan kebenaran bertentangan dengan pendapat pribadi”. Dari perkataan tersebut, kita mengetahui bahwa ternyata memang benar bahwa kebanyakan hal-hal yang benar dalam ajaran agama justru bertentangan dengan pendapat pribadi kita. Hal ini menunjukkan bahwa memang hawa nafsu manusia seringkali tidak mengikuti apa-apa yang dibenarkan agama.

Maka, hendaknya kita belajar untuk selalu introspeksi diri dan belajar untuk memperbaiki kekeliruan yang pernah kita lakukan. Jika kita masih enggan melakukannya, hendaknya kita belajar dari kalangan yang ditolak oleh para malaikat pada saat kalangan tersebut akan mendatangi al Haudh. Al Haudh adalah telaga Rasulullah di hari kiamat. Kalangan ini tidak bisa mendatangi al Haudh karena semasa mereka hidup di dunia, mereka termasuk kalangan yang teguh pendirian memegang sesuatu yang keliru, sesat dan salah padahal kebenaran telah nyata berada di depan mereka.

Hal ini tertulis dalam hadis yang diriwayatkan Ibnu Majah, yaitu ketika para malaikat memberi alasan kepada Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, “Mereka telah mengganti-ganti (ajaranmu) sepeninggalmu” maka kataku: “Menjauhlah sana… menjauhlah sana (kalau begitu)”. Dari hadis ini kita bisa mengetahui bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bahkan mengecam perilaku orang-orang yang enggan melakukan introspeksi diri, apalagi jika kebenaran telah ditunjukkan di depan mereka.

Manfaat Intropeksi dalam Islam

Terdapat banyak keutamaan atau manfaat yang didapat seseorang yang melakukan introspeksi diri. Berikut ini akan dibahas beberapa manfaat introspeksi diri yang bisa didapat, antara lain:

Hisab yang lebih ringan
Umar radhiallahu ‘anhu pernah berkata, “Sesungguhnya hisab pada hari kiamat akan menjadi ringan hanya bagi orang yang selalu menghisab dirinya saat hidup di dunia” [HR. Tirmidzi].

Kita mungkin telah melihat di sekitar kita bahwa begitu banyak kerusakan yang ditimbulkan oleh perilaku manusia di muka bumi ini. Maka, ketika kita kembali pada syariat agama Islam untuk memperbaiki, atau setidaknya menghentikan, kerusakan yang telah terjadi, sungguh begitu besar keutamaannya. Kembali pada syariat agama ini merupakan langkah awal untuk meningkatkan derajat kita di hadapan Allah subhanahu wa ta’ala.

Hati lebih lapang
Introspeksi diri berarti kita fokus pada tujuan diri kita menjadi sosok yang lebih baik dari sebelumnya sesuai ajaran Islam. Kita tidak merasa paling benar sendiri dan menyadari bahwa kebenaran bisa datang dari mana saja.

Dengan kita mau mengintrospeksi diri, kita bisa lebih terbuka terhadap masukan dan saran untuk kebaikan diri kita. Kita hanya akan berorientasi kepada kebaikan dan tujuan kita di dunia untuk beribadah kepada Allah. Dengan begitu, secara otomatis hati kita pun akan lebih tenang dan lapang.

Hubungan dengan orang lain lebih baik
Introspeksi diri dalam Islam juga berarti kita mau mengakui kesalahan dan tidak merasa diri kita yang paling benar. Maka, dengan introspeksi diri kita juga mau meminta maaf dan memperbaiki kesalahan yang pernah kita lakukan. Dengan demikian, pintu-pintu maaf dari manusia dan hubungan yang lebih baik dengan manusia lain akan lebih terbuka lebar. Bagaimana pun, seseorang akan lebih terbuka dengan orang yang rendah hati dan mau memperbaiki diri daripada dengan orang yang sombong dan merasa benar sendiri.

Menjauhkan diri dari sifat munafik
Sering melakukan introspeksi diri merupakan salah satu cara menjauhkan diri dari kemunafikan. Seperti perkataan Ibrahim at Taimy, “Tidaklah diriku membandingkan antara ucapan dan perbuatanku, melainkan saya khawatir jika ternyata diriku adalah seorang pendusta (ucapannya menyelisihi perbuatannya)”.

Tidak hanya itu, Ibnu Abi Malikah juga pernah berkata seperti yang diriwayatkan oleh Bukhari, “Aku menjumpai 30 sahabat Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, merasa semua mengkhawatirkan kemunafikan atas diri mereka. Tidak ada satu pun dari mereka yang mengatakan bahwa keimanannya seperti keimanan Jibril dan Mikail”.

Dari semua hadis di atas, kita mengetahui bahwa tidak ada manusia yang sempurna dan bebas dari kesalahan. Maka, dengan menyadari hal ini dan terus mau introspeksi diri, kita akan lebih bisa menerima kebenaran dan tidak merasa paling sempurna yang erat dengan sifat orang munafik.

Cara Introspeksi Diri dalam Islam

Setelah mengetahui keutamaan introspeksi diri di atas, maka kini kita perlu belajar cara introspeksi diri yang benar. Hal ini tentu akan membantu kita untuk menjadi seseorang yang lebih baik dari hari ke hari dan semoga akan membawa kita ke rahmat Allah subhanahu wa ta’ala. Berikut ini beberapa cara untuk introspeksi diri:

Membuka diri untuk kritik dan saran
Seringkali kita merasa pendapat atau pikiran kita merupakan kebenaran satu-satunya. Pikiran seperti ini akan menutup kita dari pendapat atau saran dari pihak lain. Padahal, sesungguhnya belum tentu pikiran atau pendapat kita adalah yang paling benar. Kita bahkan dianjurkan untuk meminta pendapat orang lain demi mendapatkan pendapat atau saran dari orang lain.

Hal ini tercermin dalam hadis yang diriwayatkan oleh Imam Bukhari yang menceritakan Umar memberikan usul kepada Abu Bakar radhiallahu anhuma untuk mengumpulkan al Quran. Dalam hadis ini, diceritakan bahwa Abu Bakar sempat menolak usul Umar tersebut. Namun, Umar tidak berhenti mendesak dan berpendapat bahwa usul tersebut merupakan kebaikan. Hingga akhirnya Abu Bakar mengatakan, “Umar senantiasa membujukku untuk mengevaluasi pendapatku dalam permasalahan itu hingga Allah melapangkan hatiku dan aku pun berpendapat sebagaimana pendapat Umar”.

Dari kisah ini kita belajar bahwa Abu Bakar tidak tertutup pada usul atau pendapat orang lain. Beliau mau terbuka dan menerima usulan karena beliau tahu bahwa pendapat beliau bukan satu-satunya pendapat yang baik dan mungkin saja hal yang lebih baik datang dari pendapat orang lain.

Berkumpul dengan orang shaleh
Sebaiknya kita juga mendekatkan diri pada teman-teman yang sholeh. Dengan dekat dengan teman yang shaleh, kita bisa lebih mudah menerima nasehat baik dan diingatkan untuk tetap berada di jalan Allah. Mereka akan lebih mungkin mengingatkan kita jika kita berbuat salah dan membuat kita terus introspeksi diri. Bahkan, dengan dekat dengan orang-orang yang shaleh, kita akan lebih terpacu untuk saling mengingatkan satu sama lain.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa salam pernah bersabda, “Sesungguhnya aku hanyalah manusia seperti kalian. Aku lupa sebagaimana kalian lupa. Oleh karenanya, ingatkanlah aku ketika diriku lupa” [HR. Bukhari]. Jika Rasulullah shallallahu ‘alaihi sallam yang sempurna saja suka untuk diingatkan, bagaimana dengan kita?

Meluangkan waktu untuk bermuhasabah
Salah satu cara untuk mengintrospeksi diri adalah dengan meluangkan waktu khusus untuk bermuhasabah diri. Lebih baik jika pada saat muhasabah diri kita menyendiri dan tidak terganggu aktivitas lainnya. Pada saat ini kita bisa merenung dan mengintrospeksi amalan-amalan kita serta perbuatan kita apakah sudah sesuai dengan syariat agama.

Terdapat hadis yang diriwayatkan oleh Tirmidzi mengatakan, “Koreksilah diri kalian sebelum kalian dihisab dan berhiaslah (dengan amal shalih) untuk pagelaran agung (pada hari kiamat kelak)”. Dalam hadis lainnya juga disebutkan, ““Hamba tidak dikatakan bertakwa hingga dia mengoreksi dirinya sebagaimana dia mengoreksi rekannya” [HR. Tirmidzi].

Dari uraian di atas, kini kita telah mengetahui pentingnya introspeksi diri dalam Islam. Tidak hanya itu, kita juga belajar cara mengintrospeksi dri yang baik hingga nantinya kita bisa mengamalkannya di kehidupan sehari-hari. Semoga kita termasuk orang-orang yang mau terus melakukan introspeksi diri dan menjadi seseorang yang lebih baik dari hari ke hari.

10 Keutamaan Membaca Sholawat Luar Biasa

Dalam dasar hukum Islam sudah memberikan banyak kemudahan dalam urusan ibadah seperti sholawat contohnya. Sholawat sangat baik dilakukan untuk mengiringi setiap hembusan dari nafas anda hanya dengan mengucapkannya dalam hati. Manfaat dan keutamaan dari sholawat sendiri sangatlah banyak dan menjadi salah satu ibadah yang agung.

Rasulullah SAW juga bersabda, “Jika orang bershalawat kepadaku, maka malaikat juga akan medoakan keselamatan baginya, untuk itu bershalawatlah, baik sedikit ataupun banyak. “ [HR. Ibnu Majah dan Thabrani].

Dari hadits dalam riwayat diatas bisa dilihat jika melakukan sholawat akan memberikan banyak keutamaan dan juga kebaikan seperti ulasan lengkap yang akan kami berikan dalam kesempatan kali ini.

Diutamakan Saat Kiamat
Seseorang yang secara rutin membacakan sholawat, maka disaat kiamat nanti akan lebih diutamakan dari sekian banyak orang yang lainnya yang merupakan fadhilah sholawat.

“ Sesungguhnya lebih utama bagiku manusia besok pada hari kiamat, adalah mereka yang lebih banyak membaca Shalawat kepadaku.“ [HR. Turmudzi dari Ibn’ Mas’ud Ra]

Mendatangkan Rahmat dan Kurnia Allah SWT
Doa dan juga permohonan akan memberikan pengaruh baik untuk mendatangkan rahmat serta karunia dari Allah SWT. Sholawat sendiri merupakan doa agar keinginan tercapai, sehingga seseorang yang bersholawat juga berarti sudah mengundang kedatangan dari karunia serta segala nikmat dari Allah SWT.

Memperoleh Nilai Kebanggaan Tersendiri
Rasulullah SAW sangat menyenangi sholawat sehingga beliau juga bersabda, “Sesungguhnya aku membanggakan adanya kalian kepada umat-umat yang lainnya.“

Sebagai umat yang sangat dibanggakan Allah SWT, sudah sepantasnya kita juga mencintai Rasulullah SAW dengan cara selalu menyebutkan nama beliau setiap kali bersholawat untuk-nya.

Mendekatkan Diri Pada Allah SWT
Allah SWT pernah bertitah pada Nabi Musa As jika apabila beliau ingin Allah lebih dekat pada Nabi Musa, maka Allah SWT memerintahkan beliau untuk banyak bersholawat.

“Wahai Musa, apakah kamu ingin agar Aku lebih dekat kepadamu daripada kedekatan ucapan kepada lidahmu, daripada bisikan hatimu dari hatimu sendiri, daripada ruhmu ke badanmu dan daripada cahaya matamu pada matamu ?“

Musa as. menjawab, “ Ya, wahai Tuhanku. “ Lalu Tuhan berfirman, “ Maka perbanyaklah membacakan shalawat untuk Muhammad SAW. “

Diangkat 10 Derajat dan Dihapus 10 Keburukan
Sholawat yang dilakukan 1 kali saja sudah akan mendatangkan pengangkatan 10 derajat orang tersebut dan juga dihapuskan 10 kali kesalahan. Bisa dibayangkan jika sholawat dilakukan secara terus menerus, maka akan banyak kesalahan yang dihapus dan juga pengangkatan derajat berkali kali lipat.




Abas bin Malik berkata, telah bersabda Rasulullah SAW, “Barang siapa yang bershalawat kepadaku satu kali, niscaya Allah akan bershalawat kepadanya sepuluh kali da dihapus darinya sepuluh kesalahan, diangkat baginya sepuluh derajat.“ [HR. An-Nasa’I no. 1296].

Menolak Bencana dan Pemenuhan Hajat
Beberapa sholawat juga mempunyai manfaat khusus yang berbeda untuk setiap pembacanya. Salah satunya adalah sholawat Munjiyat yang sangat berguna untuk menolak segala sesuatu bencana, menghadapi musibah dalam Islam sekaligus pemenuhan hajat yang terbilang besar bahkan untuk kebutuhan mendesak dengan menggunakan cara tertentu yang sudah ditetapkan.

Ada Disisi Nabi Saat Sakratul Maut
Seseorang yang secara teratur membacakan sholawat juga memiliki keutamaan berupa penghargaan yang sangat besar dimana Nabi Muhammad akan hadir di sisi orang tersebut saat sedang menghadapi sakratul maut.

Diberikan Pengampunan Dosa
Membacakan sholawat juga akan memberikan pengampunan dosa besar dalam Islam yang didasari dengan keimanan seorang mukmin, kecintaan dan juga keikhlasan di saat membacakan sholawat tersebut.

“Wahai Abu Kahil, barang siapa membaca shalawat untukku setiap hari sebanyak tiga kali dan setiap malam sebanyak tiga kali, karena cinta dan rindu kepadaku, maka Allah SWT mewajibkan atas diri-Nya untuk mengampuni dosa-dosanya pada malam dan hari tersebut.” [HR Ibnu Abi Ashim dan Ath-Thabrani].




Menjauhkan Kefakiran dan Mendekatkan Keberkahan
Seseorang yang membacakan sholawat juga akan mendapatkan keutamaan berupa dijauhkan dari kefakiran dan juga mendapatkan kelimpahan keberkahan dan juga kebaikan.

Mendapatkan Keberkahan Turun Temurun
Bagi mereka yang sering membacakan sholawat juga akan mendapatkan kebaikan serta keberkahan yang melimpah bahkan sampai ke anak dan cucu mereka.

“Membaca shalawat untuk Rasulullah akan melimpahkan keberkahan pada orang yang membaca shalawat, anak-anaknya dan cucu-cucunya.”  [al-Hadist].

Demikian ulasan dari kami tentang keutamaan membaca sholawat secara rutin yang tidak hanya bisa dirasakan di dunia namun juga saat di akhirat nanti. Semoga ulasan ini bisa bermanfaat dan menambah wawasan seputar Islami.

17 Doa Al Quran Untuk Memikat Hati Wanita

Allah menciptakan hati sebagai media untuk merasakan berbagai perasaan. Bahagia, kecewa, sedih, senang, benci, suka, duka, cinta dan lain sebagainya. Dalam artikel ini yang akan kita bahas detail adalah tentang perasaan cinta antara manusia yang satu dengan yang lainnya.

Ketika salah satu kita mengagumi atau bahkan mencintai seseorang, pasti banyak cara yang akan dilakukan untuk menarik perhatian dari orang yang dikaguminya. Misalnya dengan cara PDKT istilah anak jaman sekarang atau bahkan sampai mengambil jalan yang salah dengan cara pacaran.

Padahal dalam islam pacaran tidak dibenarkan karena pacaran adalah sesuatu yang mendekati zina. Oleh sebab itu anda wajib mengetahui cara menjauhi zina agar tidak terjerumus pada perilaku yang sangat dibenci oleh Allah Swt.

Perihal cara mendekatkan jodoh dalam islam, seharusnya kita tidak perlu khawatir karena Allah sudah menjelaskan dalam Al Qur’an bahwa manusia diciptakan berpasangan-pasangan. Hal ini dijelaskan dalam surat Al Hujurat ayat 13 yang artinya seperti di bawah ini :

“Hai manusia, sesungguhnya Kami menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan dan menjadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku supaya kamu saling mengenal. Sesungguhnya orang yang paling mulia diantara kamu disisi Allah ialah orang yang paling taqwa diantara kamu. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal.” (QS. Al Hujurat [49] : 13)

Dari ayat di atas, seharusnya kita tidak usah terlalu risau dan memikirkan tentang siapa jodoh kita. Kita serahkan saja sama Dzat yang Maha Mengetahui apa yang ada di dunia ini. Namun sah dan wajar saja jika kita mengagumi seseorang, karena ikhtiar juga harus kita lakukan.

Sebenarnya tidak ada doa untuk mendapatkan jodoh dalam islam spesifik dan yang perlu dilakukan hanyalah mendekatkan diri kepada Allah Subhanahu wa ta’ala. Di bawah ini ada beberapa ikhtiar atau lebih khususnya doa-doa untuk menaklukan hati seorang wanita/pria sama saja.

1. Membaca Surat Yusuf Ayat 13

Ayat ini menjelaskan tentang kelebihan yang dimiliki oleh Nabi Yusuf As. Beliau dikisahkan memiliki pesona yang telah memikat banyak wanita, seperti yang kita ketahui kisahnya para wanita tidak sadarkan diri menyayat tangannya ketika mengupas buah karena begitu terpesonanya dengan ketampanan beliau. Adapun arti dari ayat tersebut yaitu :

“ Maka tatkala wanita-wanita itu melihatnya, mereka kagum kepada (keelokan rupa) nya, dan mereka melukai (jari) tangannya dan berkata:  Maha sempurna Allah, ini bukanlah manusia. Sesungguhnya ini tidak lain hanyalah Malaikat yang mulia.” (QS Yusuf [12] : 31)

2. Membaca Surat Yusuf Ayat 4

Banyak yang percaya bahwa ayat ini dapat digunakan sebagai salah satu doa memikat wanita dalam islam. Namun tetap saja semua ketentuan berada ditangan Allah SWT, yang terpenting adalah niat kita baik dan lillahi ta’ala. Adapun arti dari ayat ini yaitu, “ Wahai ayahku, sesungguhnya aku bermimpi melihat sebelas bintang, matahari dan bulan kelihatan semuanya sujud kepadaku.” (QS Yusuf [12] : 4)

Ayat ini memiliki beberapa khasiat diantaranya adalah:

Manis jika dipandang orang.
Wajah akan terlihat berseri-seri.
Senantiasa akan disayangi oleh siapa saja.

3. Membaca Surat Thaahaa Ayat 39

Sebenarnya ayat ini ada hubungannya dengan surat yusuf ayat 4 yang telah dijelaskan di atas. Jadi jika ingin memikat hati seseorang setelah membaca surat yusuf ayat 4 kita lanjutkan dengan membaca surat thaahaa ayat 39 ini. Isi dari ayat ini adalah :

“ Dan aku telah melimpahkan kepadamu kasih sayang yang datang dariku, dan supaya kamu diasuh di bawah pengawasanku.” (QS Thaahaa [20] : 39)

4. Membaca Surat Yusuf Ayat 23

Surat yusuf ayat 23 ini juga merupakan salah satu doa khususnya doa yang digunakan Nabi Yusuf As. Arti dari ayat ini yaitu :

“ Dan wanita (Zulaikha) yang Yusuf tinggal di rumahnya menggoda Yusuf untuk menundukkan dirinya (kepadanya) dan dia menutup pintu-pintu, seraya berkata : Marilah kesini. Yusuf berkata: Aku berlindung kepada Allah, sungguh tuanku telah memperlakukan aku dengan baik. Sesungguhnya orang-orang yang zalim tidak akan beruntung.” (QS Yusuf [12] : 23)

5. Membaca Surat Yusuf Ayat 55

Ayat ini juga merupakan salah satu doa Nabi Yusuf agar disegani oleh orang lain, ayat ini juga bisa digunakan untuk memikat hati seseorang. Arti dari ayat adalah

“ Berkata Yusuf : Jadikanlah aku bendaharawan negara (Mesir); sesungguhnya aku adalah orang yang pandai menjaga, lagi berpengetahuan.” (QS Yusuf [12] : 55)

6. Membaca Surat Al Waqi’ah

Surat al wa’qiah adalah salah satu surat yang dipercaya dapat digunakan sebagai doa mendapatkan jodoh dan rezeki menurut al quran. Dari salah satu blog yang saya baca, surat al waqi’ah ini sangat ampuh untuk menaklukan seseorang. Namun tetap saja, niatnya lillahi ta’ala manusia boleh berencana dan berusaha tapi Allah lah yang menentukan semuanya.



7. Membaca Dzikir Ya Rahman

Salah satu Asmaul Husna yaitu Ya Rahman yang artinya Maha Pengasih juga dapat diamalkan agar dicintai banyak orang. Banyak Ulama atau para Ustadz menyarankan untuk selalu membaca surah Ar-Rahman setiap selesai shalat karena kandungan pahalanya teramat banyak salah satunya juga untuk membuat wajah lebih bercahaya.

8. Membaca Dzikir Ya Rahim

Ar Rahim merupakan salah satu Asmaul Husna yang artinya Maha Penyayang. Wirid ini bisa digunakan untuk memikat hati wanita/pria dengan mengamalkannya seperti ini, mendirikan shalat istikharah dua rakaat secara terus menerus dalam beberapa malam sehingga mendapat ketetapan hati. Kemudian, setelah shalat selesai bacalah dzikir ini sebanyak 200 kali .

9. Membaca Surat At Taubah Ayat 128-129

Dua ayat dari surat At Taubah ini juga bisa diamalkan agar disukai banyak orang dan juga untuk memikat hati wanita/pria. Ayat ini berbunyi sebagai berikut:

“ Sungguh, telah datang kepadamu seorang Rasul dari kaummu sendiri, berat terasa olehnya penderitaan yang kamu alami, (dia) sangat menginginkan (keimanan dan keselamatan) bagimu, penyantun dan penyayang terhadap orang-orang yang beriman.” (QS At Taubah [9] : 128)

“ Maka jika mereka berpaling (dari keimanan), maka katakanlah (Muhammad), Cukuplah Allah bagiku; tidak ada Tuhan selain Dia. Hanya kepada-Nya aku bertawakal, dan Dia adalah Tuhan yang memliki ‘Arsy (singgasana) yang agung.” (QS At Taubah [9] : 129)

10. Membaca Amalan atau Dzikir

Amalan atau dikir yang bisa dibaca seperti halnya di bawah ini:

Membaca syahadat sebanyak 3 kali
Kemudian membaca Astaghfirullaahal ‘adziim min kulli dzanbin wa atubu ilaih sebanyak 3 kali
Setelah itu bershalawat sebanyak 3 kali
Kemudian membaca Subhanallah wal hamdulillah walaa ilaaha illallah wallahu akbar laa haula wa laa quwwata illaa billaahil aliyyil ‘adzim sebanyak 3 kali.
Setelah itu, kirim surat Al Fatihah pada :

Ilaa hadratin Nabi Muhammad Saw
Ilaa hadratin Malaikat Jibril, wa Izrail, wa Mikail, wa Israil
Ilaa hadratin Abu Bakrin, wa Umar, wa Utsman, wa Radiyallahu Anhum
Ilaa hadratin Syaikh Abdul Qadir Jaelani
Fulanah binti Fulanah.
Doa diatas diamalkan setelah selesai shalat hajat sebanyak 313 kali, setelah shalat subuh 100 kali lakukan selama satu minggu. Setelah satu minggu lakukan doa-doa tersebut sebanyak 7 kali saja setiap hari. Setiap membaca satu bait tiupkan ke kedua telapak tangan, kemudian gosokkan ke muka atau wajah.

11. Membaca Surat At Tahrim Ayat 8

Surat At Tahrim juga merupakan salah satu surat yang didalamnya terdapat ayat yang bisa diamalkan sebagai doa untuk memikat hati seseorang. Isi dari ayat tersebut yaitu meminta cahaya kepada Allah SWT, cahaya yang bisa membantu dan membuat kita menjadi lebih menarik di depan orang lain. Arti dari ayat ini yaitu,

“ Wahai orang-orang yang beriman! Bertobatlah kepada Allah dengan tobat yang semurni-murninya, mudah-mudahan Tuhan kamu akan menghapus kesalahan-kesalahanmu dan memasukan kamu ke dalam surga-surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai, pada hari ketika Allah tidak mengecewakan Nabi dan orang-orang yang beriman bersama dengannya; sedang cahaya mereka memancar dihadapan dan disebelah kanan mereka, sambil mereka berkata, Ya Tuhan kami, sempurnakanlah untuk kami cahaya kami dan ampunilah kami; sungguh, Engkau Maha Kuasa atas segala sesuatu.” (QS At Tahrim [66] : 8)

12. Membaca Amalan Lainnya

Amalan tersebut bisa anda baca langsung seperti di bawah ini :

Beristighfar sebanyak 7 kali
Membaca surat An Naas sebanyak 7 kali
Bersyahadat sebanyak 7 kali
Membaca shalawat Nabi “ Laa haula wa laa quwwata illaa billaahil ‘aliyyil ‘adzim” sebanyak 7 kali.
13. Mengamalkan Doa – Doa Tertentu

Anda bisa simak doa – doa yang saya maksudkan di bawah ini :

“ Allahumma haabib ‘abdaka haza ila i’badikal mukminin wahabbib ilal mukminin”

Yang artinya ‘ Ya Allah, jadikanlah hamba-Mu ini dicintai pada hati yang beriman, dan jadikanlah mereka mencintai orang yang beriman.’ (HR. Muslim)

14. Mengamalkan Bacaan Ahabbakal ladzii ahbabtanii lahu

Yang artinya, ‘ Semoga Dzat (Allah) mencintaimu sebagaimana kamu mencintai aku’.

Untuk mengingatkan saja, doa ini diamalkan setiap kali bertemu dengan orang yang dituju dan harus dihafalkan.




15. Membaca Surat Yasin Ayat 36

Di dalam surat Yasin ternyata juga terdapat salah satu ayat yang dapat diamalkan sebagai doa untuk menarik atau memikat hati perempuan/laki-laki. Tapatnya terdapat pada ayat ke 36 yang artinya :

“ Maha Suci Allah yang menciptakan pasangan-pasangan semua, baik apa ditumbuhkan oleh bumi serta dari mereka maupun dari apa tidak mereka ketahui.” (QS Yasin [36] : 36)

16. Mengamalkan Surat Ali Imran Ayat 31

Sebenarnya ayat ini lebih tepatnya diamalkan agar disukai oleh banyak orang. Namun bisa juga diamalkan untuk menarik perhatian seseorang, isi dari ayat tersebut yaitu :

“ Katakanlah ya Muhammad! Jika kamu mengasihi Allah, maka hendaklah kamu mengikuti aku, niscaya Allah mengasihi kamu dan mengampuni dosa kamu. Dan Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” (QS Ali Imran [2] : 31)

17. Membaca Doa Allahumma shalli ‘alaa sayyidinaa muhammad, habibil mahjuubi syaafil ‘ilali wa mufarrijil kurab

Yang artinya ‘ Ya Allah limpahkanlah rahmat atas baginda kami Muhammad yang mencintai dan dicintai Allah, yang menghilangkan segala penyakit dan menghilangkan segala kesempitan (kesusahan).’

Itulah beberapa doa/amalan yang dapat diamalkan agar disukai wanita atau disukai banyak orang. Dari artikel di atas, dapat disimpulkan bahwa sebenarnya semua doa itu berisi tentang kebaikan terutama ayat-ayat Allah.

Untuk itu, kita sebagai makhluk Allah harus menyerahkan semuanya kepada Dia yang Maha Mengetahui segalanya. Manusia memang harus berikhtiar tapi semua ketentuan Allah lah yang menentukan.

13 Keutamaan Berdoa Dalam Islam Paling Mustajab

Semua hal yang baik selalu memiliki banyak keutamaan khususnya dalam hal ibadah seperti shalat, haji, keutamaan bersedekah dan berbagai amalan baik lainnya. Dengan semakin mendalami dan belajar mengenai keutamaan, maka kita sebagai umat muslim akan selalu terpacu untuk melaksanakan banyak amal kebaikan dalam Islam. Pada ulasan kali ini, kami akan mengulas tentang keutamaan berdoa dalam islam yang bisa anda dapatkan.

Peredam Murka Allah
Doa merupakan cara terbaik untuk meredam murka Allah SWT, sebab Allah SWT sangat membenci hamba-Nya yang tidak pernah meminta pada Allah SWT dan akhirnya membuat Allah SWT jadi murka.

Rasulullah SAW bersabda, “Barangsiapa yang tidak meminta pada Allah, maka Allah akan murka padanya.” (HR. Tirmidzi no. 3373. Syaikh Al Albani mengatakan  bahwa hadis ini hasan)

Pengenalan Terhadap Allah SWT Yang Baik
Kegunaan berdoa berikutnya adalah sebagai bukti dari fungsi iman kepada Allah SWT dan juga sebagai sarana untuk mengenal Allah SWT dengan lebih baik dalam rubbubiyah, uluhiyah dan juga segala sifat-Nya. Doa yang dipanjatkan hamba pada Rabbnya memperlihatkan jika ia meyakini Allah dimana Allah SWT Maha Ghoni atau maha mencukupi, Maha melihat, Maha mulia, Maha mampu dan Maha pengasih sehingga sangat patut beribadah tidak pada selainnya.

Tawakal Pada Allah
Doa juga memperlihatkan bukti dari manfat tawakal seseorang pada Allah SWT karena disaat berdoa, maka seseorang meminta tolong pada Allah SWT sehingga ia sekaligus juga menyerahkan segala masalah dan kesulitan yang sedang dialami hanya pada Allah SWT dan tidak pada selain-Nya.

Ibadah
Terkadang dalam kehidupan, kita seringkali tidak peduli dengan dia yang terjadi karena rasa percaya diri terlalu berlebihan atau sedang berada dalam kehidupan yang berkecukupan. Namun yang perlu diketahui adalah jika doa merupakan bagian dari ibadah.

Rasulullah SAW bersabda, “Doa adalah ibadah”, kemudian beliau membaca ayat, “Sesungguhnya orang-orang yang menyombongkan diri dari menyembahKu”. [Ghafir : 60].

Doa Merupakan Ibadah Paling Mulia
Perlu diketahui jika doa merupakan hal yang paling mulia di mata Allah SWT dan tidak ada ucapan yang lebih mulia melebihi doa di sisi Allah SWT.

Rasulullah SAW bersabda, “Tidak ada sesuatu yang paling mulia di sisi Allah daripada doa”. [Sunan At-Tirmidzi, bab Do’a 12/263, Sunan Ibnu Majah, bab Do’a 2/341 No. 3874. Musnad Ahmad 2/362]. “Sesungguhnya orang yang paling mulia di antara kamu di sisi Allah adalah orang yang paling bertakwa diantara kamu“. [Al-Hujurat : 13].

Menolak Takdir Allah SWT
Doa juga merupakan hal baik yang dilakukan sebab bisa menolak takdir yang tidak bisa dilakukan dengan cara lain selain berdoa. Yang dimaksud dengan takdir disini adalah bergantung dari doa seperti berdoa agar tidak terkena musibah dan sebagainya.




“Tidak ada yang mampu menolak takdir kecuali doa”. [Sunan At-Tirmidzi, bab Qadar 8/305-306]

Terhindar Dari Bencana
Memanjatkan doa juga akan bermanfaat sebagai cara menghadapi musibah dalam Islam sebab doa seorang mukmin tidak mungkin ditolak. Namun, doa ini bisa ditunda dan digantikan dengan sesuatu yang jauh lebih maslahat dibandingkan yang diminta baik untuk di dunia maupun di akhirat.

“Dan aku akan berdoa kepada Tuhanku, mudah-mudahan aku tidak akan kecewa dengan berdoa kepada Tuhanku“. [Maryam : 48]

Menenangkan Hati
Doa kepada Allah SWT merupakan salah satu cara agar hati tenang dalam Islam sekaligus mendapatkan faedah baik di dunia dan akhirat. Saat berdoa, maka suasana hati juga terasa lebih tenteram karena mengingat Allah SWT.

Allah SWT berfirman, “Yaitu orang-orang yang beriman dan hati mereka menjadi tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingati Allah-lah hati menjadi tenteram.” ( QS. Ar Ra’du : 28).

Menghilangkan Rasa Putus Asa



Dengan berdoa, maka perasaan putus asa dalam menghadapi masalah akan lenyap seketika  dan lebih termotivasi untuk menghadapi cobaan di dalam hidup sekaligus tetap bersikap positif dalam menanggapi sebuah kegagalan sebab bahaya putus asa dalam Islam sangat berdampak buruk dalam kehidupan. Allah SWT menjadi tempat sandaran terbaik baik setiap hamba untuk bisa bangkit kembali dan Allah SWT sendiri juga sudah memberi jaminan untuk mengganti kegagalan yang sudah dialami dengan sesuatu hal yang jauh lebih baik.

Memperlihatkan Keagungan Allah SWT
Selain keutamaan berdoa dalam islam, berdoa juga memiliki fungsi untuk memperlihatkan keagungan Allah SWT pada setiap hamba-Nya yang lemah. Dengan berdoa, maka manusia menyadari jika hanya Allah SWT yang bisa memberikan kenikmatan, menerima taubat dan juga mengabulkan segala doa yang dipanjatkan.

Allah SWT berfirman, “Siapa yang memperkenankan [doa] orang yang mengalami kesulitan dan apabila ia berdoa kepada-Nya, dan yang menghilangkan kesusahan dan yang menjadikan kamu sebagai khalifah di bumi?. Apakah di samping Allah SWT ada Tuhan [yang lain]?, amat sedikitlah kamu mengingat-Nya”. [QS. An Naml: 62].

Belajar Rasa Malu Pada Allah SWT
Berdoa juga akan mengajarkan rasa malu kita pada Allah SWT, sebab disaat Allah SWT mengabulkan doa yang dipanjatkan, maka seseorang akan merasa malu untuk mengingkari segala nikmat-Nya. Saat manusia ada di puncak keimanan sekali pun, maka seseorang yang rajin berdoa akan semakin dekat [taqarrub] untuk mensyukuri segala nikmat yang diberikan Allah SWT.

Meningkatkan Taqwa
Berdoa sangat baik dilakukan sebagai cara meningkatkan iman dan taqwa pada Allah SWT. Dalam kehidupan terdapat lahir dan batin seperti halnya doa dan usaha dimana artinya doa yang dipanjatkan namun tidak diikuti dengan usaha, maka perbuatan ini adalah sia sia. Sebaliknya, usaha yang tidak diikuti dengan doa, maka kurang berkah sebab iman secara batin akan lebih sulit untuk dilihat dan yang terlihat hanyalah taqwa.

Mencari Kebaikan dan Menjauhkan Menolak Kemadharatan
Doa merupakan cara terbaik agar pintu rahmat bisa terbuka secara lebar dan Allah SWT sangat menyukai hamba-Nya yang selalu meminta. Doa juga berguna terhadap sesuatu yang bahkan belum terjadi sehingga sangat baik untuk dilakukan.

Rasulullah SAW bersabda, “Barang siapa diantara kalian telah dibukakan baginya pintu doa, pasti dibukakan pula baginya pintu rahmat, dan tidaklah Allah diminta sesuatu yang Dia berikan lebih Dia senangi dari pada diminta kekuatan.” Dan Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda: “sesungguhnya doa itu bermanfaat baik terhadap apa yang terjadi maupun belum terjadi, maka hendaklah kalian berdoa.” [HR. At-Tirmidzi V/552] no.3548


20 Doa Pengampunan Dosa dalam Islam

Setiap manusia pastinya memiliki dosa dan kesalahan yang sangat banyak selama hidupnya sehingga memang sudah sepantasnya kita selalu memohon pengampunan atas semua kesalahan yang sudah kita lakukan pada Allah SWT. Memohon ampun pada Allah SWT merupakan sebuah hal yang sangat penting dalam kehidupan setiap manusia. Allah SWT sendiri juga sudah memberi perintah pada setiap manusia untuk memohon ampunan dosa seperti yang tertulis dalam Al Quran, “Mintalah ampun kepada Rabb kalian, sesungguhnya Dia itu adalah Ghaffar (Maha Pengampun).” [QS Nuh: 10].

Dalam ayat yang berbeda, Allah SWT juga berfirman, “Rabb kalian berkata, “Berdoalah kalian kepada-Ku, maka Aku akan memperkenankan doa kalian.” [QS Al Mukmin: 60]. Untuk membersihkan segala dosa yang sudah pernah kita lakukan, berikut ini, kami akan membagikan beberapa doa pengampunan dosa dalam Islam yang bisa anda bacakan setiap hari untuk mendapatkan pengampunan dari Allah SWT sebab tidak hanya memanjatkan doa di bulan Ramadhan saja yang penting, namun juga doa setiap hari.

HR Al Bukhari (834)dan Muslim (2705)
Abu Bakr Ash Shiddiq radhiallahu ‘anhu berkata pada Rasulullah SAW agar diajarkan sebuah doa yang bisa dibacakan dalam shalat-nya dan Rasulullah SAW berkata:

“Ya Allah, sesungguhnya aku telah menganiaya diriku dengan kezhaliman yang banyak, sedangkan tidak ada yang mengampuni kecuali Engkau, maka ampunilah aku dengan pengampunan-Mu dan kasihanilah aku. Sesungguhnya Engkau adalah Al Ghafur (Maha Pengampun) dan Ar Rahim (Maha pemberi rahmat).”

HR Al Bukhari (1120) dan Muslim (769)
Abdullah bin Abbas radhiallahu ‘anhu berkata, jika Nabi bangun di malam hari untuk melakukan shalat tahajjud, maka beliau membacakan doa sebagai berikut:

“Ya Allah, segala pujian hanya bagi-Mu: Engkau adalah pengurus langit dan bumi serta apa yang ada di dalamnya. Segala pujian hanya bagi-Mu: Hanya milik-Mu kerajaan langit dan bumi serta apa yang ada di dalamnya.

Segala pujian hanya bagi-Mu: Engkau adalah cahaya langit dan bumi serta apa yang ada di dalamnya. Segala pujian hanya bagi-Mu: Engkau adalah raja langit dan bumi. Segala pujian hanya bagi-Mu: Engkau adalah Al Haq (Yang Maha Benar), janji-Mu adalah benar, pertemuan dengan-Mu adalah benar, perkataan-Mu adalah benar, surga itu adalah benar, neraka itu adalah benar, para nabi itu adalah benar, Muhammad itu adalah benar dan hari kiamat itu adalah benar.

Ya Allah, hanya kepada-Mu aku berserah diri, hanya kepada-Mu aku beriman, hanya kepada-Mu aku bertawakkal, hanya kepada-Mu aku kembali dari dosa, hanya karena-Mu aku berbantah, dan hanya kepada-Mu aku berhukum, maka ampunilah untukku dosa yang pernah aku lakukan di awal dan di akhir, dosa yang pernah kulakukan secara tersembunyi dan yang secara terang-terangan.

Engkau adalah Al Muqaddim (Yang Maha mendahulukan sesuatu) dan Al Muakhkhir (Yang Maha mengakhirkan sesuatu). Tidak ada sesembahan yang berhak untuk disembah melainkan Engkau.”

HR Al Bukhari (6399)
Abu Musa Al Asy’ari radhiallahu ‘anhu berkata jika Rasulullah SAW pernah memanjatkan doa memohon ampunan dosa sebagai berikur:

“Ya Allah, ampunilah untukku kesalahanku, kebodohanku, sikap berlebihanku di dalam urusanku, dan segala sesuatu yang Engkau lebih mengetahuinya daripada diriku. Ya Allah, ampunilah dosa perbuatan yang kulakukan secara tidak sungguh-sungguh, yang kulakukan dengan sungguh-sungguh, yang kulakukan dengan tidak sengaja, dan yang kulakukan dengan sengaja. Semua hal itu ada pada diriku.”

HR Muslim (216)
Abu Hurairah radhiallahu ‘anhu berkata jika Rasulullah SAW pernah berdoa di dalam sujudnya dalam memohon ampunan dosa sebagai berikut:

“Ya Allah, ampunilah dosaku seluruhnya, baik yang kecil maupun yang besar, yang pertama maupun yang terakhir, yang tampak maupun yang tersembunyi.”




HR Muslim (2697)
Thariq bin Asyam radhiallahu ‘anhu berkata jika apabila ada seseorang yang masuk untuk memeluk Islam, Rasulullah akan mengajarkan shalat padanya sekaligus memerintahkan orang tersebut untuk membaca doa pengampunan dosa sebagai berikut:

“Ya Allah, ampunilah aku, rahmatilah aku, tunjukilah aku, selamatkanlah aku, dan berikanlah rezeki kepadaku.”

HR Al Bukhari (6306)
Syaddad bin Aus radhiallahu ‘anhu berkata bahwa Rasulullah SAW bersabda jika sayyidul istighfar atau doa istighfar yang paling utama ialah engkau yang mengucapkan sebagai berikut:

Ya Allah Engkau Tuhanku, tidak ada Tuhan selain Engkau , Engkaulah yang menjadikan aku , dan aku adalah hamba-Mu, aku akan selalu menepati janji-Mu sekemampuan-Ku, aku berlindung kepada-Mu dari kejahatan yang aku perbuat. Aku kembali kepada-Mu dengan nikmat yang telah Engkau berikan telah Engkau berikan. Aku kembali kepada-Mu dengan dosa, maka ampunilah aku, sesungguhnya tidak ada yang bisa mengampuni dosa kecuali Engkau.

Barangsiapa yang mengucapkannya di pagi hari dengan penuh keyakinan, lalu dia meninggal pada hari itu sebelum malam tiba, maka dia termasuk golongan penghuni surga. Barangsiapa yang mengucapkannya di malam hari dengan penuh keyakinan, lalu dia meninggal pada malam itu sebelum pagi tiba, maka dia termasuk golongan penghuni surga.”

Doa Memohon Ampunan Menampilkan Aurat
Salah satu penyebab doa tidak dikabulkan Allah SWT adalah karena tidak diikuti dengan pertaubatan. Doa ini bisa dipanjatkan untuk para wanita yang pernah penampilkan aurat yang seharusnya tidak boleh dilihat lawan jenis kecuali yang merupakan muhrimnya dan bukan pada tempat yang seharusnya.

Ya man ‘afa ‘anni wa ‘amma khalautu minas sau`ati fî baitî wa ghairi baiti, ya man lam yu`akhidznî birtikabil ma‘ashi, ‘afwaka ‘afwaka ya karimu ‘afwak.

Wahai Tuhan yang memaafkanku, serta memaafkan dosa (tampaknya) aurat-auratku pada waktu aku menyendiri di rumahku dan pada tempat yang lain yang bukan tempat tinggalku, wahai Tuhan yang tidak menyiksaku karena melakukan berbagai kemaksiatan, aku mohon maaf-Mu maaf-Mu, wahai Tuhan yang maha mulia, aku mohon maaf-Mu.

Doa Memohon Ampun Atas Keburukan
Doa ini bisa anda panjatkan khususnya bagi seseorang yang sudah melakukan banyak keburukan di dunia dan tidak mensyukuri atas segala kebaikan yang pernah Allah SWT berikan dalam kehidupan.

Ilahi lau sa`altani hasanati lawahabtuka laka ma‘a faqrî ilaiha, wa ana ‘abduka fakaifa la tahabu lî sayyi`ati ma‘a ghinaka ‘anha wa anta rabb.

Wahai Tuhanku, kalaulah Engkau memintaku akan kebaikan-kebaikanku, niscaya aku berikan kepada-Mu sekalipun aku sangat butuh kepadanya, dan aku adalah hamba-Mu maka bagaimanakah Engkau tidak memberiku (maaf bagi) keburukan-keburukanku bersama kekayaan-Mu darinya dan Engkau adalah Tuhan yang maha mengatur

Doa Mohon Ampun Atas Semua Dosa
Doa di pagi hari dalam Islam dan bisa dibacakan kapanpun juga ini bisa dibacakan setiap hari untuk memohon segala ampunan dari Allah SWT atas semua kelalaian yang sudah dilakukan sehari hari karena tidak mensyukuri keindahan dunia yang sudah diberikan Allah SWT dan juga kelalaian diri yang mungkin pernah mengabaikan dan tidak menghargai keagungan serta kemuliaan Allah SWT.

Ya allahu ya rahmanu ya rahim, ya hayyu ya qayyum, ya badî‘as samawâti wal ardh, ya dzal jalali wal ikram, u‘fu ‘anni.

Ya Allah wahai yang maha pemurah, wahai yang maha pengasih, wahai yang hidup, wahai yang mandiri, wahai yang menciptakan dengan indah seluruh langit dan bumi, wahai yang mempunyai keagungan dan kemuliaan, maafkanlah aku.



Memohon Ampunan Pernah Menyekutukan Allah
Menyekutkan Allah SWT merupakan dosa besar dalam Islam dan doa ini sangat baik dipanjatkan untuk seseorang yang pernah berdosa sangat besar yakni menyekutukan Allah dengan hal lainnya.

Ya man laisa illa huw, yaa man la ya‘lamu ma huwa illa huw, u‘fu ‘anni.

Wahai yang tidak ada selain Dia, wahai yang tidak ada yang tahu tentang Dia selain Dia, maafkanlah aku.

Doa Memohon Ampunan Untuk Jalan Kebaikan
Doa ini sangat tepat dibacakan untuk memohon ampunan atas kelemahan diri dalam kelemahan saat menyampaikan doa atau mengungkapkan keinginan dan memohon agar ditunjukan jalan terbaik menuju kebenaran di jalan Allah SWT.

Allahumma in fahihtu ‘an mas`alati, au ‘amitu ‘an thalibati, fadullani ‘ala mashalihi, wa khudz binashiyati ila marasyidi. Allahummahmilni ‘ala ‘afwika wala tahmilni ‘ala ‘adlik.

Ya Allah jika aku lemah dalam menyampaikan permintaanku, atau aku buta dalam mengutarakan keinginanku, maka tunjukilah aku kepada yang baik bagiku, dan peganglah ubun-ubunku ke arah kebenaranku. Ya Allah bawalah aku kepada maaf-Mu, dan janganlah Engkau bawa aku kepada keadilan-Mu.

Doa Istighfar
Ini merupakan doa memohon pengampunan dosa atas segala perbuatan dosa sekaligus berjanji untuk tidak mengulangi dosa atau kesalahan yang serupa mulai dari perkataan, tatapan, hati dan pikiran.

Allahummaghfir lî ma anta alamu bihi minni, fain ‘udtu fa‘ud ‘alayya bil maghfirah. Allahummaghfir li ma wa`aitu min nafsi walam tajid lahu wafa`an ‘indi. Allahummaghfir li ma taqarrabtu bihi ilaika bilisani tsumma khalafahu qalbi, Allâhummaghfir li ramazatil alhazh, wa saqathatil alfazh, wa syahawatil janan, wa hafawatil lisan.

Ya Allah ampunilah aku yang Engkau lebih tahu tentangnya dari diriku, bila aku mengulangi lagi perbuatan dosa, maka ulangi lagi ampunan-Mu. Ya Allah ampunilah dosa-dosa janjiku yang telah kuikrarkan, namun Engkau tidak mendapatiku memenuhinya. Ya Allah ampunilah dosa-dosa pendekatan diriku kepada-Mu dengan lidahku yang kemudian hatiku menyalahinya. Ya Allah ampunilah dosa-dosa lirikan mata, pemilihan kata-kata yang tidak baik, hasrat hati dan kesalahan dalam bicara.

Memohon Pengampunan Pelanggaran Perjanjian
Ini merupakan salah satu doa yang baik dibacakan supaya bisa mendapat pengampunan dosa atas semua dosa dan kesalahan yang dilakukan berhubungan dengan pelanggaran janji kita pada Allah SWT dalam segala hal.

Allahumma anta rabbi la ilaha illa anta khalaqtani, wa ana ‘abduka (amatuka jika muslimah) wa ana ‘ala ‘ahdik, wa abu`u bini‘matika ‘alayy, wa abu`u laka bidzanbi, faghfir lî innahu la yaghfirudz dzunuba illa ant.

Ya Allah Engkaulah Tuhanku tidak ada tuhan selain Engkau, Engkau telah menciptakanku dan aku adalah hamba-Mu, dan aku terikat dengan perjanjian dengan-Mu. Aku mengakui kenikmatan-Mu kepadaku dan aku mengakui dosa-dosaku kepada-Mu, maka ampunilah aku, sebab sesungguhnya tidak ada yang mengampuni dosa-dosa selain Engkau

Doa Memohon Pengampunan Kezaliman
Untuk anda yang sering melakukan kezaliman besar pada diri sendiri, maka bisa memanjatkan doa memohon pengampunan dosa ini sehingga bisa mendapat rahmat dan pengampunan dari Allah SWT atau bisa memanjatkan doa orang teraniaya dalam Al Quran.

Allahumma inni zhalamtu nafsi zhulman katsira, wala yaghfirudz dzunuba illa ant, faghfir li maghfiratan min ‘indika warhamni, innaka antal ghafurur rahim.

Ya Allah, sesungguhnya aku telah menzalimi diriku sendiri dengan kezaliman yang besar, dan tidak ada yang mengampuni dosa-dosa selain Engkau, maka ampunilah aku dengan suatu pengampunan dari sisi-Mu dan rahmatilah aku, sungguh Engkau maha pengampun lagi maha penyayang.

Doa Mohon Ampun dan Pertaubatan
Doa ini merupaka doa sehari hari yang bisa dibacakan untuk memohon pengampunan atas segala dosa yang pernah dilakukan secara sengaja dan tidak sengaja.

Allahumma inni astaghfiruka lima tubtu minhu ilaika tsumma ‘udtu fih, wa astaghfiruka lima wa‘adtahu min nafsi tsumma akhlaftuk, wa as taghfiruka linni‘amil lati an‘amta biha ‘alayya fataqawwaitu biha ‘ala ma‘shiyatik.

Ya Allah, aku memohon ampun kepada-Mu terhadap dosa yang aku telah bertobat darinya, kemudian aku mengulanginya lagi. Aku memohon ampun kepada-Mu terhadap dosa janjiku dari diriku, kemudian aku menyalahinya. Dan aku memohon ampun kepada-Mu untuk segala kenikmatan yang Engkau karuniakan kepadaku, lalu dengannya aku menjadi kuat dalam berbuat maksiat kepada-Mu.

Doa Memohon Ampun Dengan Istighfar
Doa untuk menghadapi ujian dan juga memohon pengampunan dosa berikut ini memakai kalimat istighfar yang diriwayatkan oleh Amirul Mu’minin, Ali bin Abi Thalib as yang berhubungan dengan ayat Al Quran dimana seluruhnya menyatakan tentang Allah SWT yang maha mengampun lagi maha penyayang.

Allahumma innaka qulta fî muhkami kitabikal munzal, ‘ala nabiyyikal mursal, shallallahu ‘alaihi wa ãlihi wa qaulukal haqq, Kanû qalîlan minal laili ma yahja‘un, wa bil ashari hum yastaghfirun. Wa ana astaghfiruka wa atubu ilaik.

Ya Allah Engkau telah berfirman dalam kitab-Mu yang sempurna yang diturunkan kepada Nabi-Mu yang diutus dan firman-Mu benar: Mereka itu sedikit tidur di malam hari dan pada waktu sahur mereka meminta ampun. Dan aku meminta ampun kepada-Mu dan bertobat kepada-Mu.

Doa Pengampunan Dari Tempat Tidak Baik
Doa ini dipanjatkan untuk memohon pengampunan atas kesalahan yang sudah diperbuat berhubungan dengan perbuatan pernah berpaling dari Allah SWT yakni tempat yang tidak baik.

Wa qulta tabarakta wa ta‘alait, Tsumma afîdhu min haitsu afadhan nasu wastaghfirullaha innallaha ghafurun rahîm. Wa ana astaghfiruka wa atubu ilaik.

Engkau berfirman Engkau maha berkah dan Engkau maha tinggi: Kemudian bertolaklah kamu dari tempat orang-orang bertolak dan memohon ampunlah kepada Allah sesungguhnya Allah maha pengampun lagi maha penyayang. Dan aku memohon ampun kepada-Mu dan bertobat kepada-Mu.




Doa Pengampunan Karena Tidak Sabar
Doa agar dipermudah segala urusan ini dikhususnkan bagi seseorang yang ingin meminta pengampunan karena selama hidup pernah berlaku tidak sabar dalam menjalani hidup.

Wa qulta tabarakta wa ta‘alait: Ashshabirîna wash shadiqina wal qanitîna wal munfiqina wal mustaghfirina bil ashar. Wa ana astaghfiruka wa atûbu ilaik.

Engkau berfirman Engkau maha berkah dan Engkau maha tinggi: Orang-orang yang sabar yang benar yang taat dan yang meminta ampun di waktu sahur. Dan aku memohon ampun kepada-Mu dan bertobat kepada-Mu.

Doa Pengampunan Dosa Untuk Orang Lain
Selain dipanjatkan untuk memohon ampunan bagi diri sendiri, doa ini juga berkhasiat untuk meminta ampun bagi orang lain atas perbuatan dosa yang mereka lakukan.

Wa qulta tabarakta wa ta‘alait, Istaghfir lahum au la tastaghfir lahum in tastaghfir lahum sab‘ina marraan falan yaghfirallahu lahum. Wa ana astaghfiruka wa atubu ilaik.

Engkau berfirman Engkau maha berkah dan Engkau maha tinggi, Mintakan ampunan bagi mereka atau kamu tidak memintakan ampunan buat mereka, jika kamu mintakan ampunan untuk mereka sebanyak tujuh puluh kali, maka Allah tidak akan mengampuni mereka. Dan aku memohon ampun kepada-Mu dan bertobat kepada-Mu.

Mohon Ampun dan Taubat
Doa agar keinginan tercapai yang baik dipanjatkan sebagai permohonan ampun ini juga harus diikuti dengan pertaubatan agar diberikan karunia oleh Allah SWT.

Wa qulta tabarakta wa ta‘alait, Wa anistaghfiru rabbakum tsumma tubu ilaihi yumatti‘kum mata‘an hasanan ila ajalin musamman wa yu`ti kulla dzi fadhlin fadhlah. Wa ana astaghfiruka wa atubu ilaik.

Engkau berfirman Engkau maha berkah dan Engkau maha tinggi, Dan mintalah ampunan kepada Tuhan kamu kemudian bertobatlah kepada-Nya niscaya Dia berikan karunia yang baik kepadamu sampai masa tertentu, dan Dia akan memberikan kepada tiap-tiap orang yang punya keutamaan (balasan) keutamaannya. Dan aku memohon ampun kepada-Mu dan bertaubat kepada-Mu.

15 Ayat Al Quran Tentang Melupakan Seseorang

jatuh cinta dalam islam merupakan hal yang wajar dan itu merupakan anugerah dari Allah Subhanahu Wa Ta’ala. Namun ada kalanya ketika seseorang jatuh cinta, maka dia akan merasakan patah hati ketika dia kehilangan orang yang dicintainya. Dalam hal ini Allah sudah selalu memperingatkan hamba-Nya agar tidak pernah berharap kepada selain-Nya. Sebagaimana firman Allah dalam surat Al-Insyirah ayat 8 yang artinya:

“ Dan hanya kepada Tuhanmulah hendaknya kamu berharap.” (QS Al-Insyirah : 8)

Hal ini juga diriwayatkan dalam sebuah hadist yang berbunyi:

“ Ketika hatimu terlalu berharap pada seseorang, maka Allah timpakan ke atas kamu pedihnya pengharapan supaya mengetahui bahwa Allah sangat mencemburui orang yang berharap pada selain-Nya, Allah menghalangi dari perkara tersebut semata agar ia kembali berharap kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala.” (Imam Syafi’i)

Dari kedua dalil di atas, maka dapat disimpulkan bahwa Allah sangat cemburu ketika mengetahui hamba-Nya berharap kepada selain Dia. Lantas bagaimana jika hal ini sudah terlanjur terjadi? Bagaimana cara menyikapi rasa patah hati dalam islam seperti ini?

Memang melupakan seseorang itu bukanlah perkara yang mudah, terlebih jika selama ini orang tersebut sudah menjadi bagian dari hidup kita. Sebetulnya, melupakan bukanlah solusi dari masalah ini. Untuk itu keutamaan berdoa dalam islam mungkin akan menjadi obat mujarab bagi anda.

Karena semakin kita melupakan, maka semakin kita akan merasakan kepedihan. Satu-satunya hal yang harus kita lakukan yaitu kembali pada Allah, pasrah kepada-Nya, dan serahkan semua kepada-Nya.

Ketika kita mengalami masalah ini, hikmah yang dapat kita ambil yaitu janganlah kita mencintai seseorang atau sesuatu melebihi cinta kita kepada-Nya. Sebenarnya mengagumi dan mencintai itu boleh dan sah-sah saja namun sewajarnya saja jangan terlalu berlebihan. doa ketika jatuh cinta dalam islam bisa dijadikan sebagai solusi terbaik. Bahkan telah diriwayatkan oleh Abu Hurairah radhiallahu ‘anhu dalam sebuah hasdist yang berbunyi:

“ Cintailah kekasihmu sewajarnya, karena bisa jadi suatu saat dia akan menjadi seorang yang engkau benci. Dan bencilah orang yang engkau benci sewjarnya saja karena bisa jadi suatu saat dia akan menjadi kekasihmu.” (HR At-Tirmidzi)

Nah, kalau seandainya semua sudah terjadi Allah telah menuangkan firman-Nya dalam Al-Quran sebagai doa untuk melupakan seseorang yang ingin kita lupakan. Lebih jelasnya mari kita simak beberapa ayat Al-Quran tersebut.

1. Surat Ar-Rad ayat 39

Ayat yang pertama yaitu terdapat dalam surat Ar-Rad ayat 39 yang berbunyi:

Yamhullahu maa yasyaa u wa yutsbitu wa ‘indahuu ummul kitaab

“ Allah menghapuskan apa yang Dia kehendaki dan menetapkan (apa yang Dia kehendaki), dan di sisi-Nya-lah terdapat Ummul-Kitab (Lauh Mahfuzh).” (QS Ar-Rad [13] : 39)

Disarankan doa ini dibaca setelah kita menunaikan sholat hajat karena shalat hajat sendiri memiliki keutamaan meningkatkan dikabulkannya doa yang kita panjatkan. Setelah melakukan shalat hajat dua raka’at kemudian berdoalah kepada Allah, insyaa Allah doa kita akan di ijabah.




2. Surat An-Nisa ayat 1

Ayat yang kedua yaitu terdapat dalam surat An-Nisa ayat 1 yang berbunyi:

Yaa Ayyuhan naasut taquu rabbakumul ladzii khalaqokum min nafsin waa hidatin wa khalaqo minhaa zawjahaa wa batssa min humaa rijaalan katsiran wa nisaa an, wat taqullahal ladzii tasaa a luuna bihi wal arhaama, innallaha kaana ‘alaikum raqiibaa

“ Hai sekalian manusia, bertakwalah kepada Tuhanmu yang telah menciptakan kamu seorang diri, dan dari padanya Allah menciptakan istrinya; dan daripada keduanya Allah memperkembang biakkan laki-laki dan perempuan yang banyak. Dan bertakwalah kepada Allah yang dengan (mempergunakan) nama-Nya kamu saling meminta satu sama lain, dan (peliharalah) hubungan silaturrahim. Sesungguhnya Allah selalu menjaga dan mengawasi kamu.” (QS An-Nisa : 1)

3. Surat Al-Baqarah ayat 25

Ayat yang ketiga yaitu terdapat dalam surat Al-Baqarah ayat 25 yang berbunyi:

Wa bassyiril ladziina aamanuu wa ‘amilus shaalihaati anna lahum jannatin tajrii min tahtihal anhaaru kullamaa ruziquu minha minn tsamaratin rizqon qooluu haadzaal ladzii ruziqnaa min qoblu wa’ tuu bihi mutasya bihaan wa lahum fiihaa azwaajun muthahharatun wahum fiihaa khaaliduun

“ Dan sampaikanlah berita gembira kepada mereka yang beriman dan berbuat baik, bahwa bagi mereka disediakan surga-surga yang mengalir sungai-sungai di dalamnya. Setiap mereka diberi rizki buah-buahan dalam surga-surga itu, mereka mengatakan: ‘ Inilah yang pernah diberikan kepada kami dahulu’. Mereka diberi buah-buahan yang serupa dan untuk mereka di dalamnya ada isteri-isteri yang suci dan mereka kekal di dalamnya.” (QS Al-Baqarah [2] : 25)

4. Surat Ar-Ruum ayat 21

Ayat yang keempat yaitu terdapat dalam surat Ar-Ruum ayat 21 yang berbunyi:

Wa min aayaatihi an khalaqo lakum min anfusikum az waajan litaskunuu ilaihaa wa ja’ala bainakum mawaddatan wa rahmah, inna fii dzaalika la aayaatin liqoumin yatafakkaruun

“ Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah Dia menciptakan untukmu isteri-isteri dari jenismu sendiri, supaya kamu cenderung da merasa tenteram kepadanya, dan dijadikan-Nya di antaramu kasih dan sayang. Sesungguhya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi kaum yang berfikir.” (QS Ar-Ruum : 21)

5. Surat Al-Kahfi ayat 28

Ayat selanjutnya yaitu terdapat dalam surat Al-Kahfi ayat 28 yang berbunyi:

Washbir nafsaka ma’al ladziina yad’uuna rabbuhum bil ghadaati wal ‘asyiyyi yuriiduuna wajhahu walaa ta’du ‘ainaaka ‘anhum turiidu ziinatal hayaati ddunyaa walaa tuthi’ man aghfalnaa qolbahu ‘an dzikrinaa wat taba’a hawaahu wa kaana amruhu furuthaa

“ Dan bersabarlah kamu bersama-sama dengan orang-orang yang menyeru Tuhannya di pagi dan senja hari dengan mengharap keridhaan-Nya; dan janganlah kedua matamu berpaling dari mereka (karena) mengaharapkan perhiasan dunia ini; dan janganlah kamu mengikuti orang yang hatinya telah Kami lalaikan dari mengingati Kami, serta menuruti hawa nafsunya dan adalah keadaannya itu melewati batas.” (QS Al-Kahfi : 28)

6. Surat Al-Baqarah ayat 155-156

Ayat selanjutnya untuk melupakan seseorang yaitu terdapat dalam surat Al-Baqarah ayat 155-156 yang berbunyi:

Wa lanabluwannakum bisyai in minal khaufi wal juu’i wa naqshin minal amwaali wal anfusi watssamaraati, wa bassyiris shaabiriin. Alladziina idzaa ashaabathum mushiibatun qaaluu innaa lillaahi wa innaa ilaihi raaji’uun

“ Dan sungguh akan Kami berikan cobaan kepadamu, dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa dan buah-buahan. Dan berikanlah berita gembira kepada orang-orang yang sabar. (Yaitu) orang-orang yang apabila ditimpa musibah, mereka mengucapkan: ‘ innaa lillaahi wa innaa ilaihi raaji’uun.” (QS Al-Baqarah [2] : 155-156)



7. Surat Al-Mujaadilah ayat 22

Ayat ketujuh untuk melupakan seseorang yaitu terdapat dalam surat Al-Mujaadalah ayat 22 yang berbunyi:

Laa tajidu qauman yu’ minuuna billahi wal yaumil aakhiri yuwadduuna man haaddallaha wa rasulahu wa lau kaanuu aabaa ahum aw abnaa ahum aw ikhwaanahum aw ‘asyiiratuhum, ulaa ika kataba fii quluubihimul iimaana wa ayyadahum biruuhin minhu wa yudkhiluhum jannatun tajrii min tahtihal anhaaru khaalidiina fiihaa, radhiallahu ‘anhum wa radhuu ‘anhu, ulaaika hizbullahi, alaa inna hizballahi humul muflihuun

“ Kamu tak akan mendapati kaum yang beriman pada Allah dan hari akhirat, saling berkasih sayang dengan orang-orang yang menentang Allah dan Rasul-Nya, sekalipun orang-orang itu bapak-bapak, atau anak-anak atau saudara-saudara ataupun keluarga mereka. Mereka itulah orang-orang yang telah menanamkan keimanan dalam hati mereka dan menguatkan mereka dengan pertolongan yang datang daripada-Nya. Dan dimasukkan-Nya mereka ke dalam surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai, mereka kekal di dalamnya. Allah ridha terhadap mereka, dan merekapun merasa puas terhadap (limpahan rahmat)-Nya. Mereka itulah golongan Allah. Ketahuilah, bahwa sesungguhnya hizbullah itu adalah golongan yang beruntung.” ( QS Al-Mujaadilah : 22)

8. Surat Al-Baqarah ayat 216

Selanjutanya ada surat Al-Baqarah ayat 216 yang bisa membantu kita melupakan seseorang. Bunyinya adalah sebagai berikut:

Kutiba ‘alaikumul qitaalu wahuwa kurhun lakum wa ‘asaa an takrahuu syai an wahuwa khairan lakum wa ‘asaa an tuhibbu syai an wahuwa syarrun lakum, wallahu ya’lamu wa antum laa ta’lamuun

“ Diwajibkan atas kamu berperang, padahal berperang itu adalah sesuatu yang kamu benci. Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi (pula) kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu, Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui.” (QS Al-Baqarah : 216)

9. Surat An-Nur ayat 26

Ayat kesembilan terdapat dalam surat An-Nuur ayat 26 yang berbunyi:

Al khabiitsaatu lil khabiitsiina wal khabiitsuuna lil khabiitsaati wat thayyibaatu litthayyibiina wat thayyibuuna litthayyibaati, ulaaika mubarra uuna mimmaa yaquuluuna lahum maghfiratun wa rizqun kariim

“ Wanita-wanita yang keji adalah untuk laki-laki yang keji, dan laki-laki yang keji adalah buat wanita-wanita yang keji (pula), dan wanita-wanita yang baik adalah untuk laki-laki yang baik dan laki-laki yang baik adalah untuk wanita-wanita yang baik (pula). Mereka (yang dituduh) itu bersih dari apa yang dituduhkan oleh mereka (yang menuduh itu). Bagi mereka ampunan dan rezeki yang mulia (surga).” (QS An-Nuur : 26)

10. Surat Al-Baqarah ayat 186

Ayat selanjutnya yaitu ada pada surat Al-Baqarah ayat 186 yang berbunyi:

Wa idzaa sa aluka ‘ibaadii ‘annii fa inni qariibun ajiibu da’watad daa’i idzaa da ‘aani fal yastajiibuu lii wal yu minuu bii la’al lahum yar syuduun

“ Dan apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu tentang Aku, maka (jawablah), bahwasanya Aku adalah dekat. Aku mengabulkan permohonan orang yang berdoa apabila ia memohon kepada-Ku, maka hendaklah mereka itu memeuhi (segala perintah-Ku) dan hendaklah mereka beriman kepada-Ku, agar mereka selalu berada dalam kebenaran.” (QS Al-Baqarah : 186)

11. Surat Yusuf ayat 33

Kemudian ada surat Yusuf ayat 33 yang merupakan doa untuk melupakan seseorang. Bunyinya adalah sebagai berikut:

Qaala rabbis sijnu ahabbu ilayya mimmaa yad’uu naniii ilaihi wa illaa tashrif ‘annii kaidahunna ashbu ilaihinna wa akun minal jaahiliin

“ Yusuf berkata: ‘ Wahai Tuhanku, penjara lebih aku sukai daripada memenuhi ajakan mereka kepadaku. Dan jika Engkau hindarkan dari padaku tipu daya mereka, tentu aku akan cenderung untuk (memenuhi keinginan mereka) dan tentulah aku termasuk orang-orang  yang bodoh.” (QS Yusuf : 33)

12. Surat Al-Maidah ayat 54

Ayat selanjutnya yaitu terdapat dalam surat Al-Maidah ayat 54 yang berbunyi:

Yaa ayyuhal ladziina aamanuu man yartadda minkum an diinihii fasaufa ya’ tiillaahu biqaumin yuhibbuhum wayuhibbunahu adzillatin ‘alal mu’ miniina a’izzatin ‘alal kaafiriina yujaahiduuna fii sabiilillahi walaa yakhaafuuna laumata laa imin, dzaalika fadhlullahi yu’ tiihi man yasyaa u, wallahu waa si’un ‘aliim

“ Hai orang-orang yang beriman, barangsiapa di antara kamu yang murtad dari agamanya, maka kelak Allah akan mendatangkan suatu kaum yang Allah mencintai mereka dan merekapun mencintai-Nya, yang bersikap lemah lembut terhadap orang yang mukmin, yang bersikap keras terhadap orang-orang kafir, yang berjihad di jalan Allah, dan yang tidak takut kepada celaan orang-orang  yang suka mencela. Itulah karunia Allah, diberikan-Nya kepada siapa yang dikehendaki-Nya, dan Allah Maha Luas (pemberian-Nya), lagi Maha Mengetahui.” (QS Al-Maidah : 54

13. Surat Al-Hujurat ayat 7

Ayat yang ketujuhbelas terdapat dalam surat Al-Hujurat ayat 7 yang berbunyi:

Wa’lamuu anna fiikum rasulallahi, lau yuthii’ukum fii katsiirin minal amri la’anittum walaa kinnallaha habbaba ilaikumul iimaana wa zayannahu fii quluubikum wa karraha ilaikumul kufra wal fusuuqa wal ‘ishyaan, ulaaika humur raasyidiin

“ Dan ketahuilah olehmu bahwa dikalanganmu ada Rasulullah. Kalau ia menuruti kemauanmu dalam beberapa urusan benar-benarlah kamu mendapat kesusahan, tetapi Allah menjadikan kamu ‘cinta’ kepada keimanan dan menjadikan keimanan itu indah di dalam hatimu serta menjadikan kamu benci kepada kekafiran, kefasikan, dan kedurhakaan. Mereka itulah orang-orang yang mengikuti jalan yang lurus.” (QS Al-Hujurat : 7)




14. Hadist Riwayat Bukhari dan Muslim

Selanjutnya salah satu doa untuk melupakan seseorang yaitu terdapat dalam hadist yang diriwayatkan oleh Bukhari dan Muslim yang berbunyi:

Allahumma rabbannaas, adz hibil ba’sa isyfi antasy syafi la syifa’a illa syifa’uka, syifa’an la yughadiru saqaman

“ Ya Allah, Tuhan pemelihara manusia, hilangkan penyakit, sembuhkanlah! Hanya Engkau yang bisa menyembuhkan, tidak ada kesembuhan kecuali dari-Mu, kesembuhan yang tidak meninggalkan satu penyakitpun.” (HR Bukhari & Muslim)

15. Hadist Riwayat Abu Dawud

Dan yang terakhir ada hadist riwayat Abu Dawud yang akan membantu kita meluapakan seseorang. Hadist tersebut berbunyi seperti berikut:

Allahumma innii a’uudzubika minal hamma wal hazani wa a’uudzubika minal ‘azzi wal kasali wa a’uudzubika minal jubni wal bukhli wa a’uudzubika min ghalabatiddaini wa qahrir rajaali

“ Ya Allah aku berlindug kepada-Mu dari kegelisahan dan kesedihan. Dan aku berlindung kepada-Mu dari kelemahan dan kemalasan. Dan aku berlindung kepada-Mu dari kebakhilan dan sifat pengecut. Dan aku berlindung kepada-Mu dari terjerat hutang dan ketertindasan.” (HR Abu Dawud)

Itulah 15 doa yang bisa dipanjatkan kepada Allah Ta’ala agar kita dapat melupakan seseorang, dimana 13 terdapat dalam Al Quran dan 2 lainnya merupakan hadist. Semoga setelah membaca artikel mengenai 15 ayat Al Quran tentang melupakan seseorang kita mendapatkan manfaatnya, amin.

Sekian pembahasan mengenai 15 ayat Al Quran untuk melupakan seseorang, semoga artikel ini bermanfaat bagi kita semua. Mohon maaf atas segala kekurangan dalam penulisan dan terima kasih telah meluangkan waktunya dan singgah diartikel ini. Sampai jumpa!

17 Ayat Alquran Tentang Cinta Kepada Wanita

Dasar Hukum Islam adalah agama yang sangat menghargai dan mencintai kaum wanita yakni dengan menetapkan beberapa hukum syariat yang dikhususkan bagi wanita. Selain itu, wanita juga memiliki hak dan kewajiban dengan tujuan hanya untuk kehormatan dan juga kemuliaan wanita.

Apabil dilihat secara spesifik, dalam Alquran terdapat satu surah yang mengulas mengenai hal yang berhubungan dengan wanita yakni Surah an Nisa yang terdiri dari 176 ayat dan masuk ke dalam golongan surah Madaniyyah. Selain itu, ada beberapa ayat lain yang juga mengulas tentang segala hal berhubungan dengan cinta pada wanita seperti ulasan yang akan kami bahas pada kesempatan kali ini yakni ayat Al Quran tentang cinta kepada wanita.

Memiliki Posisi Sama Dengan Pria
Dalam Ali Imran 195 dikatakan jika kedudukan wanita dalam Islam dan pria mempunyai derajat yang sama dalam urusan kebaikan dan Allah SWT tidak akan pernah menyia nyiakan amal orang yang beribadah wanita.

Maka Tuhan mereka memperkenankan permohonannya (dengan berfirman): Sesungguhnya Aku tidak menyia-nyiakan amal orang-orang yang beramal di antara kamu, baik laki-laki atau perempuan, (karena) sebagian kamu adalah turunan dari sebagian yang lain. [Qs. Ali-Imran:1 95].

Wanita Tidak Boleh Dipaksa dan Disusahkan
Allah SWT juga sudah berfirman jika wanita tidak boleh dikuasai dengan cara dipaksa dan juga tidak boleh disusahkan dengan jalan mengambil kembali dari sebagian yang sudah diberikan dan juga terdapat hukum lelaki membuat wanita menangis dalam Islam yang sudah diatur.

“Hai orang-orang yang beriman, tidak halal bagi kamu mempusakai wanita dengan jalan paksa dan janganlah kamu menyusahkan mereka karena hendak mengambil kembali sebagian dari apa yang telah kamu berikan kepadanya, terkecuali bila mereka melakukan pekerjaan keji yang nyata. Dan bergaullah dengan mereka secara patut. Kemudian bila kamu tidak menyukai mereka, (maka bersabarlah) karena mungkin kamu tidak menyukai sesuatu, padahal Allah menjadikan padanya kebaikan yang banyak.” (QS. An Nisa [4]: 19)

Memiliki Hak Warisan
Dalam urusan pembagian warisan, wanita juga memiliki hak untuk mendapatkan harta peninggalan orang tua dan bukan hanya untuk laki laki seperti yang sudah ditetapkan dalam Al Quran.

Bagi orang laki-laki ada hak bagian dari harta peninggalan ibu-bapa dan kerabatnya, dan bagi orang wanita ada hak bagian (pula) dari harta peninggalan ibu-bapa dan kerabatnya, baik sedikit atau banyak menurut bahagian yang telah ditetapkan”. [QS. An-Nisa: 7].

Wanita Tidak Boleh Difitnah
Seorang wanita juga tidak boleh difitnah khususnya bagi seorang wanita baik baik yang bahkan tidak pernah memiliki pikiran untuk berbuat zina dan sudah melakukan tips menjadi wanita shalehah. Ini juga menjadi pertanda bukti cinta pada wanita yang sudah tertuang di dalam Al Quran.

Sesungguhnya orang-orang yang menuduh wanita yang baik-baik, yang lengah (tidak terbersit di benaknya berbuat zina) lagi beriman, mereka dilaknat di dunia dan akhirat, dan bagi mereka azab yang besar. [QS. An-Nuur: 23].




Wanita Berhak Atas Mahar
Para wanita yang melangsungkan sebuah pernikahan mempunyai hak atas mahar yang diberikan oleh pasangan dan sudah tertulis dalam surah An Nisa ayat 4.

Allah SWT berfirman, “Berikanlah mahar kepada wanita-wanita yang kalian nikahi sebagai pemberian dengan penuh kerelaan. Kemudian jika mereka menyerahkan kepada kalian sebahagian daripada mahar tersebut dengan rela hati maka makanlah (ambillah) pemberian itu sebagai makanan yang sedap lagi baik.” [An-Nisa: 4].

Perempuan Memiliki Hak Untuk Dipelihara
Untuk para perempuan yatim juga tetap memiliki hak untuk di pelihara dan juga berhak mendapatkan perlakuan adil sehingga tidak boleh mendapatkan penganiayaan dan tidak boleh melanggar hukum menyakiti hati wanita dalam Islam.

Allah SWT berfirman, “Dan jika kalian khuatir tidak akan dapat berlaku adil terhadap hak-hak perempuan yatim (bila mana kalian menikahinya), maka nikahilah wanita-wanita lain yang kalian senangi: dua, tiga, atau empat. Kemudian jika kalian khuatir tidak dapat berlaku adil maka nikahilah seorang wanita sahaja atau budak-budak perempuan yang kalian miliki. Yang demikian itu lebih dekat untuk kalian dan tidak berlaku aniaya.” [Surah An-Nisa: 3].

Wanita Merupakan Perhiasan Dunia
Rasulullah SAW juga pernah bersabda jika dunia merupakan tempat segala kesenangan, akan tetapi kesenangan dan perhiasan yang paling utama di dunia ini adalah wanita melebihi dari segala kesenangan yang lain yakni menjadi muslimah yang baik.

“Dunia ini adalah perhiasan/kesenangan dan sebaik-baik perhiasan/kesenangan dunia adalah wanita yang shalihah.” [HR. Muslim,Nasa’i, Ibnu Majah dan Ahmad].

Wanita Paling Dicintai Rasulullah SAW
Allah SWT selalu mendahulukan wanita dari segala hal dan Rasulullah SAW juga mengatakan jika wanita adalah hal terbaik dan paling mulia karena merupakan sumber kenikmatan dunia khususnya seorang perempuan yang sudah memenuhi ciri ciri wanita penghuni surga.

“Rasulullah Shalallahu ‘alaihiwassalam bersabda: ‘Aku diberikan rasa cinta dari dunia terhadap para wanita dan wewangian dan dijadikan penyejuk mataku ada di dalam shalat.” [HR. Ahmad, dan Nasa’i. Di shohih kan oleh Syaikh Al Albani].



Pahala Setara Dengan Pria
Perempuan yang memiliki iman dalam Islam juga dijanjikan akan diberikan kehidupan yang baik di dunia serta balasan di akhirat. Hal ini menjadi bukti jika Allah SWT sangat cinta pada wanita dan tidak membedakan dalam urusan iman dan pahala yang dilakukan wanita.

Barangsiapa yang mengerjakan amal saleh, baik laki-laki maupun perempuan dalam keadaan beriman, maka sesungguhnya akan Kami berikan kepadanya kehidupan yang baik (di dunia), dan sesungguhnya akan Kami berikan balasan kepada mereka (di akhirat) dengan pahala yang lebih baik dari apa yang telah mereka kerjakan. [an-Nahl/16:97].

Perintah Berjilbab Agar Wanita Tidak Diganggu
Kewajiban wanita dalam Islam yakni memakai jilbab yang sudah ditetapkan dalam Islam yakni menutupi seluruh aurat wanita dengan baik saat berada di luar rumah memiliki tujuan yang sangat baik dan semata mata dilakukan karena Allah SWT sangat mencintai kaum perempuan dan tidak ingin mereka mendapat gangguan yang tidak baik.

Allah SWT berfirman, Hai Nabi, katakanlah kepada istri-istrimu, anak-anak perempuanmu, dan istri-istri orang Mukmin, hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka. Yang demikian itu supaya mereka lebih mudah untuk dikenal, sehingga mereka tidak diganggu/disakiti. Dan Allah adalah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. [al-Ahzâb/33:59].

Hak Wanita Diperlakukan Lemah Lembut
Dalam sebuah hadits terdapat dalil jika Hawa diciptakan dari tulang rusuk Adam yang menunjukkan jika wanita harus diperlakukan dengan sangat lemah lembut dan harus bersikap baik pada kaum wanita karena terdapat kebengkokan akhlak dan juga lemahnya akal wanita.

Selain itu, perbuatan mentalak wanita juga sangat dibenci jika dilakukan tanpa sebab dan tidak diperbolehkan bagi seorang pria yang terlalu berambisi untuk meluruskan seorang wanita.

“Sesungguhnya wanita diciptakan dari tulang rusuk. Dan sungguh bagian yang paling bengkok dari tulang rusuk adalah yang paling atasnya. Bila engkau ingin meluruskannya, engkau akan mematahkannya. Dan jika engkau ingin bersenang-senang dengannya, engkau bisa bersenang-senang namun padanya ada kebengkokan.” [HR. Al-Bukhari no. 3331 dan Muslim no. 3632].

Berhak Atas Perlakuan Adil Lahiriah
Allah SWT juga sudah berfirman jika wanita memiliki hak untuk diperlakukan dengan adil dalam urusan lahiriah seperti nafkah, tempat tinggal dan juga giliran sehingga apabila dikhawatirkan seorang pria tidak bisa berlaku adil, maka dianjurkan untuk hanya menikahi satu orang wanita saja.

“Kemudian jika kalian khawatir tidak dapat berlaku adil maka nikahilah seorang wanita saja atau budak-budak perempuan yang kalian miliki.” [An-Nisa: 3].

Mendapatkan Perlakuan Baik Dari Suami
Kewajiban suami terhadap istri dalam Islam juga dituntut selalu berucap yang baik terhadap istri mereka dan juga harus membuat penampilan istri menjadi lebih indah sesuai dengan kemampuan para suami.

“Dan bergaullah kalian (para suami) dengan mereka (para istri) secara patut.” [An-Nisa`: 19].

“Sebaik-baik kalian adalah yang paling baik terhadap keluarga (istri)nya. Dan aku adalah orang yang paling baik di antara kalian terhadap keluarga (istri)ku.” [Tafsir Al-Qur`anil ‘Azhim, 2/173].

Mahar Istri Tidak Boleh Diminta Kembali
Allah SWT juga sudah berfirman, jika seorang suami yang menceraikan istrinya, maka ia tidak diperkenankan untuk meminta kembali mahar pernikahan dalam Islam yang sudah diberikan pada sang istri tersebut.

“Dan jika kalian ingin mengganti istri kalian dengan istri yang lain sedang kalian telah memberikan kepada seseorang di antara mereka harta yang banyak, maka janganlah kalian mengambil kembali sedikitpun dari harta tersebut. Apakah kalian akan mengambilnya kembali dengan jalan tuduhan yang dusta dan dengan menanggung dosa yang nyata? Bagaimana kamu akan mengambilnya kembali, padahal sebagian kamu telah bergaul (bercampur) dengan yang lain sebagai suami-isteri. Dan mereka (isteri-isterimu) telah mengambil dari kamu perjanjian yang kuat.” [An-Nisa`: 20-21].




Didoakan Saat Hamil
Karena wanita sangat lemah fisiknya dan kurang dalam segi akal karena lebih di dominasi dengan perasaan, maka masa mengandung dan melahirkan menjadi fase yang berat dalam hidup wanita. Oleh karena kecintaan Allah SWT pada wanita, maka saat wanita sedang hamil, semua makhluk yang ada di muka bumi akan mendoakan wanita tersebut dan saat wanita meninggal saat melahirkan, maka syahid akan didapatkan wanita tersebut dan semua amalan wanita hamil menurut Islam akan diterima Allah SWT.

Bisa Masuk Surga Pintu Manapun
Bukti kecintaan Allah SWT adalah wanita yang mempunyai keistimewaan untuk masuk dari pintu surga mana pun yang disukai wanita tersebut. Semuanya ini bisa didapatkan wanita hanya dengan melakukan 4 syarat saja yakni sholat 5 waktu, puasa pada bulan Ramadhan, taat pada suami dan juga selalu menjaga kehormatan.

“Apabila seorang isteri telah mendirikan sholat lima waktu dan berpuasa bulan Ramadhan dan memelihara kehormatannya dan mentaati suaminya, maka diucapkan kepadanya: Masuklah Surga dari pintu surga mana saja yang kamu kehendaki.” [Riwayat Ahmad dan Thabrani].

Allah SWT Mendengar Gugatan Wanita
Allah SWT juga membuktikan cinta-Nya pada wanita dengan cara mendengarkan perkataan hukum wanita minta cerai yang sedang melakukan gugatan pada suaminya dan mengadukan hal ini pada Allah SWT sebab Allah Maha Mendengar dan Maha Melihat.

“Sesungguhnya Allah telah mendengar perkataan wanita yang mengajukan gugatan kepada kamu tentang suaminya, dan mengadukan (halnya) kepada Allah. Dan Allah mendengar soal jawab antara kamu berdua. Sesungguhnya Allah Maha Mendengar lagi Maha Melihat.” [QS. Al Mujâdilah [58]: 1].

Demikian ulasan dari kami mengenai ayat Al Quran tentang cinta kepada wanita yang membuktikan jika Allah SWT tidak pilih kasih terhadap umat-Nya baik itu pria dan wanita, Semoga ulasan ini bisa menjawab semua keraguan kaum muslimin terhadap pandangan Islam mengenai wanita. semoga bisa bermanfaat.


20 Sifat Mustahil Bagi Allah Beserta Artinya

Setelah mengetahui sifa-sifat Allah dan 99 asmaul husnah, ada baiknya kita juga mempelajari sifat mustahil bagi Allah. Sifat mustahil ini adalah kebalikan dari sifat wajib. Maksudnya sifat yang tidak mungkin dimiliki oleh Allah Azza wa jalla yang Maha Sempurna.

Nah tanpa basa-basi lagi, berikut sifat-sifat mustahil bagi Allah beserta artinya menurut dalil agama.

Adam = Tiada
Sifat mustahil yang pertama adalah Adam yang berarti tiada. Sifat ini kebalikan dari wujud yang artinya ada.

Dalil naqli yang menunjukkan adanya Allah Ta’ala, yakni:

“Sesungguhnya Tuhan kamu ialah Allah yang telah menciptakan langit dan bumi dalam enam masa, lalu Dia bersemayam di atas ‘Arsy . Dia menutupkan malam kepada siang yang mengikutinya dengan cepat, dan matahari, bulan dan bintang-bintang tunduk kepada perintah-Nya. Ingatlah, menciptakan dan memerintah hanyalah hak Allah. Maha Suci Allah, Tuhan semesta alam.”(QS.Al-Araf : 54)

“Allah-lah Yang meninggikan langit tanpa tiang yang kamu lihat, kemudian Dia bersemayam di atas ‘Arasy, dan menundukkan matahari dan bulan. Masing-masing beredar hingga waktu yang ditentukan. Allah mengatur urusan, menjelaskan tanda-tanda , supaya kamu meyakini pertemuan dengan Tuhanmu.” (QS. Ar-Ra’d : 2)

Huduts = Ada yang mendahului
Hudust berarti ada yang mendahului, merupakan lawan kata dari qidam. Tidak mungkin ada yang mendahului keberadaan Allah Azza wa Jalla. Dialah yang menciptakan alam semesta beserta isinya. Tentunya Pencipta sudah pasti lebih dahulu dari apa-apa yang diciptakanNya.

“Dialah Yang Awal dan Yang Akhir, Yang Zhahir dan Yang Bathin, dan Dia Maha Mengetahui segala sesuatu.” (QS.Al-Hadid: 3)

Fana = Musnah
Allah Ta’ala tidak mungkin musnah. Sebaliknya, Dia bersifat kekal selama-lamanya. Dijelaskan dalam Al-Quran:

“Semua yang ada di bumi itu akan binasa. Dan tetap kekal Wajah Rabbmu yang mempunyai kebesaran dan kemuliaan.” (QS. Ar-Rahman: 26-27)

“Tiap-tiap sesuatu pasti binasa, kecuali Allah. BagiNya-lah segala penentuan, dan hanya kepadaNya-lah kamu dikembalikan.” (QS. Al-Qasas: 88)

Mumatsalatu lil hawaditsi = Ada yang menyamai
Allah Ta’ala adalah dzat yang menciptakan segala sesuatu di bumi dan alam semesta. Dialah yang Maha Agung. Tidak mungkin ada sesuatu yang menyamai atau menandingiNya. Sebagaimana dijelaskan dalam Al-Quran:

“Tidak ada sesuatupun yang serupa dengan Dia dan Dialah yang Maha Mendengar dan Melihat.”. (QS. Asy-Syura: 11)

Ihtiyaju lighairihi = Memerlukan yang lain
Allah Ta’ala tidak memerlukan yang lain. Dia mampu mewujudkan dan mengatur segalanya secara sempurna tanpa bergantung pada siapapun. Sebagaimana dijelaskan dalam Al-Quran:

“Dan barangsiapa yang berjihad, maka sesungguhnya jihadnya itu adalah untuk dirinya sendiri. Sesungguhnya Allah benar-benar Maha Kaya (tidak memerlukan sesuatu) dari alam semesta.” (QS. Al-Ankabut: 6)

“Dan katakanlah segala puji bagi Allah Yang tidak mempunyai anak dan tidak mempunyai sekutu dalam kerajaan-Nya dan Dia bukan pula hina yang memerlukan penolong dan agungkanlah Dia dengan pengagungan yang sebesar-besarnya.” (QS. Al-Isra: 111)




Ta’adud = Berbilang
Ta’adud adalah kebalikan dari wahdaniyah yang berarti tunggal. Allah itu Maha Esa. Tidak mungkin berbilang atau berjumlah lebih dari satu. Allah Ta’ala tidak memiliki sekutu, tidak beranak dan tidak diperanakan. Bukti keesaan Allah tertuang dalam kalimat syahadat dan juga ayat Al-Quran yang artinya:

“Katakanlah ‘Dia-lah Allah, Yang Maha Esa, Allah adalah Tuhan yang bergantung kepada-Nya segala sesuatu. Dia tiada beranak dan tiada pula diperanakkan, dan tidak ada sesuatu yang setara dengan Dia.’” (QS. Al-Ikhlas: 1-4)

“Sekiranya ada di langit dan di bumi Tuhan-tuhan selain Allah, tentulah keduanya itu telah rusak binasa. Maka Maha Suci Allah yang mempunyai ‘Arsy daripada apa yang mereka sifatkan.” (QS. Al-Anbiya: 22)

“Dan Tuhanmu adalah Tuhan Yang Maha Esa; Tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) melainkan Dia. Yang Maha Pemuurah lagi Maha Penyayang.” (QS. Al-Baqarah: 163)

Ajzun = Lemah
Ajzun berarti lemah, merupakan lawan kata dari dari qudrat yang artinya berkuasa. Jadi Allah tidak mungkin bersifat lemah. Sebaliknya Allah Azza wa Jalla Maha Kuasa atas segala sesuatu. Tidak ada yang bisa melampui kekuasaan Allah Ta’ala.

Dalam Al-Quran dijelaskan:

“Hampir-hampir kilat itu menyambar penglihatan mereka. Setiap kali kilat itu menyinari mereka, mereka berjalan di bawah sinar itu, dan bila gelap menimpa mereka, mereka berhenti. Jikalau Allah menghendaki, niscaya Dia melenyapkan pendengaran dan penglihatan mereka. Sesungguhnya Allah berkuasa atas segala sesuatu.” (QS.Al Baqarah: 20)

Karahah = Terpaksa
Allah tidak memiliki sifat terpaksa. Sebaliknya Allah Maha Berkehendak atas segala sesuatu. Tidak ada yang bisa melawan ataupun menandingi kehendak dari Allah Ta’ala.  Sebagaimana dijelaskan dalam Al-Quran:

“Sesungguhnya keadaan-Nya apabila Dia menghendaki sesuatu hanyalah berkata kepadanya: “Jadilah!” maka terjadilah ia.” (QS. Yasiin: 82)

“Mereka kekal di dalamnya selama ada langit dan bumi, kecuali jika Tuhanmu menghendaki (yang lain). Sesungguhnya Tuhanmu Maha Pelaksana terhadap apa yang Dia kehendaki.”(QS. Hud: 107)

Jahlun = Bodoh
Mustahil bagi Allah Ta’ala bersifat bodoh. Dia menciptakan alam semesta dengan segala isinya begitu sempurna. Dia tidak membutuhkan bantuan siapapun. Dan dialah yang Maha Kaya lagi Maha Mengetahui.

Mautun = Mati
Allah tidak akan mati. Dia bersifat kekal. Terus-menerus mengurus makhluknya Tanpa tidur dan tidak letih sedikitpun. Dijelaskan dalam Al-Quran:

“Dan bertawakkallah kepada Allah yang hidup (kekal) Yang tidak mati, dan bertasbihlah dengan memuji-Nya.” (QS. Al-Furqon: 58)

“Allah, tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) melainkan Dia Yang Hidup kekal lagi terus menerus mengurus (makhluk-Nya). Tidak mengantuk dan tidak tidur. Kepunyaan-Nya apa yang di langit dan di bumi. Tiada yang dapat memberi syafa’at di sisi Allah tanpa izin-Nya. Allah mengetahui apa-apa yang di hadapan mereka dan di belakang mereka. Dan mereka tidak mengetahui apa-apa dari ilmu Allah melainkan apa yang dikehendaki-Nya. Kursi Allah meliputi langit dan bumi dan Allah tidak merasa berat memelihara keduanya. Dan Allah Maha Tinggi lagi Maha Besar.” (QS. Al-Baqarah: 255)



Shamamun = Tuli
Mustahil Allah bersifat Tuli. Allah Ta’ala adalah Tuhan yang Maha Mendengar. Pendengaran Allah meliputi segala sesuatu.
“Katakanlah cukuplah Allah menjadi saksi antaraku dan antaramu. Dia mengetahui apa yang di langit dan di bumi.” (Al-Ankabut : 52).

Ama = Buta
Allah Ta’ala juga tidak buta. Dia Maha Melihat Segala Sesuatu. Tak ada satu hal pun yang luput dari pengelihatanNya.

“Dan Allah Maha Melihat atas apa yang kamu kerjakan.” (QS. Al-Hujarat: 18)

“(Dia) Pencipta langit dan bumi. Dia menjadikan bagi kamu dari jenis kamu sendiri pasangan-pasangan dan dari jenis binatang ternak pasangan-pasangan (pula), dijadikan-Nya kamu berkembang biak dengan jalan itu. Tidak ada sesuatupun yang serupa dengan Dia, dan Dia-lah Yang Maha Mendengar lagi Maha Melihat.” (QS.Asy-syuro: 11)

Bakamun =Bisu
Allah Ta’ala tidaklah Bisu. Allah berkata dan berfirman dengan sangat sempurna. Tak ada bisa mengalahkan keindahan firman Allah Ta’ala. Dan salah satu Nabi yang pernah berbicara langsung dengan Allah adalah Nabi Musa.

“Dan ada beberapa rasul yang telah Kami kisahkan mereka kepadamu sebelumnya, dan ada beberapa rasul (lain) yang tidak Kami kisahkan mereka kepadamu. Dan kepada Musa Allah ‘telah berfirman secara langsung.” (QS. An-Nisa’: 164)

Kaunuhu ‘ajiyan = Zat yang lemah
Mustahil Allah bersifat lemah. Allah Ta’ala adalah pencipta alam semesta dan segala isisnya. Dia Maha Kuasa atas semua hal.

“Sebahagian besar ahli kitab menginginkan agar mereka dapat mengembalikan kamu kepada kekafiran setelah kamu beriman, karena dengki yang (timbul) dari diri mereka sendiri, setelah nyata bagi mereka kebenaran. Maka ma’afkanlah dan biarkanlah mereka, sampai Allah mendatangkan perintah-Nya. Sesungguhnya Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu.” (QS. Al Baqarah 109)

Kaunuhu karihan = Zat yang terpaksa
Allah Ta’ala bukanlah dzat yang terpaksa. Dia Maha Berkehendak atas segala sesuatu. Hanya berfirman “kun fa yakun” maka jadilah apa yang dikehendaki oleh Nya.

“Mereka kekal di dalamnya selama ada langit dan bumi, kecuali jika Tuhanmu menghendaki (yang lain). Sesungguhnya Tuhanmu Maha Pelaksana terhadap apa yang Dia kehendaki.” (QS.Hud: 107)

Kaunuhu jahilan = Zat yang sangat bodoh
Mustahil Allah adalah dzat yang bodoh. Allah Maha Mengetahui dan Melihat apa-apa yang ditampakkan atau disembunyikan.

Mayyitan = Zat yang mati
Allah tidak mati. Allah bersifat kekal, tidak musnah dan tidak binasa. Dia tidak pernah tidur. Selalu mengawasi hamba-hambaNya setiap saat.




Kaunuhu ashamma = Zat yang tuli
Mustahil Allah bersifat tuli. Allah adalah Tuhan yang Maha Mendengar. Pendengaran Allah tak terbatas dan meliputi segala sesuatu.

Kaunuhu ‘ama = Zat yang buta
Allah Maha Melihat, tidaklah buta. Dia Maha Sempurna dengan seluruh keagunganNya.

Kaunuhu abkama = Zat yang bisu
Allah bukanlah dzat yang bisu. Allh berfirman dan firmanNya tertuang dalam kitab-kitab suci yang diturunkan lewat para nabi.

Demikianlah sifat-sifat mustahil bagi Allah beserta artinya. Semoga dengan mengetahui info ini bisa menambah keyakinan kita akan kebesaran Allah Ta’ala sehingga bisa menjadi cara meningkatkan iman dan taqwa. Selian itu kita juga wajib mengamalkan rukun iman, rukun islam, Iman dalam Islam, Hubungan Akhlak Dengan Iman Islam dan Ihsan, dan Hubungan Akhlak dengan Iman sebagai bentuk cara bersyukur menurut islam. Amin ya Rabbal Alamin.

Tips kerusakan LA76810A

001  Horisontal tidak stabil.        Gambar kadang geser secara horisontal kekiri atau gambar roboh roboh Resistor pada pin-29 VCO referen...